Koramil 0820/09 Lumbang Pantau Potensi Daerah Agar Kapuk Randu Tetap Lestari Ketahanan Ekonomi Alternatif

PENJURU.ID | Probolinggo – Selain hasil pertanian dan pariwisata yang ada di wilayah lereng bromo tepatnya kecamatan Lumbang, kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Ada salah satu komoditi yang merupakan penopang ekonomi masyarakat sekitar, yaitu petani Kapuk Randu, yang ada di wilayah desa Wonogoro kecamatan Lumbang.

Karena kurangnya perhatian dari pemerintah, batiwanwil Koramil Lumbang, pantau langsung ke wilayah binaan, untuk memberikan motifasi semangat terkait ketahanan ekonomi wilayah. Senin (21/10/2024)

” Kami selaku anggota TNI di wilayah wajib tau apa yang ada di tiap tiap desa binaan, baik terkait kegiatan, ataupun terkait ketahanan pangan dan ekonomi, saat ini saya temui masyrakat binaan yang mana hingga saat ini masih mempertahankan potensi wilayah, dengan budi daya pertanian yaitu tanaman Kapuk Randu, Kapuk Randu merupakan bahan kasur dan guling ataupun kain, atau benang pintal yang alami, Kapuk Randu sementara di jual ke pabrik di malang, dengan sistem menyewa lahan yang sudah ada tanaman Kapuk, hingga kisaran 10 tahun, sedangkan untuk pemanen Kapuk mendapatkan ongkos kerja kurang lebih Rp. 75000, tujuh puluh lima ribu per hari, untuk menopang kebutuhan ekonomi, ” Ucap Batiwanwil koramil 0820/09 Lumbang, Peltu N. Dodik H.

Para pekerja dan petani Kapuk desa Wonogoro sangat berharap uluran pemerintah untuk membantu agar potensi wilayah yang merupakan sumber alternatif penopang ekonomi tidak punah, karena Kapuk Randu merupakan bahan alami, untuk kelestarian lingkungan dan menjaga sumber mata air.

” Kami berharap agar pemerintah juga memberikan bantuan, baik dalam hal pemasaran ataupun pelatihan teknis dan teknologi, ataupun untuk meningkatkan daya hidup dan daya saing Kapuk Randu, selama ini kami dibantu oleh kepala desa Wonogoro yaitu supriyono, yang mana selama ini telah memberikan pekerjaan kepada kami untuk menafkahi keluarga, ” Terang Tiarni.

Perlu diketahui secara umum di kecamatan Lumbang terdapat beberapa desa yang masyarakatnya masih bertahan dengan melestarikan kebun pohon Kapuk Randu.

(Prasojo)

Pos terkait