Jangan Swastanisasikan Kebon Raya Bogor, Masyarakat Kota Bogor Menolak!

PENJURU.ID | Bogor – Kebon Raya Bogor adalah merupakan satu destinasi lokal dan nasional dalam hal lingkungan hidup dan wisata alamnya yang terkenal Asri dan bahkan di tingkat dunia pun menjadikan kebun Raya Bogor ini jadi pusat perhatian bagi kalangan/komunitas pencinta tumbuhan langka dan tumbuhan tua yang kemungkinan besar saat ini hanya sdikit yang masih hidup bahkan, belum tentu didapatkan didaerah/di negeri lain.

Sayangnya, keasrian Kebon Raya Bogor saat ini (KRB) sudah mulai terusik, karena beredarnya isu-isu kekuatan kapital asing dan para komprador dari dalam negeri mulai melirik potensi bisnis dari Kebun Raya Bogor tersebut.

Kebun Raya Bogor yang dari dahulu awalnya asri, tenang, damai dan tentram saat ini mulai membuat gelisah warga dan masyarakat sekitarnya. Ada sebuah sumber informasi yang menduga Kebun Raya Bogor akan dikuasai oleh pihak pengembang asing untuk kepentingan Bisinisnya. Kondisi Ini tentunya akan menjadikannya awal malapetaka yang akan datang bagi anak-anak dan cucu-cucu sebagai penerus generasi yang akan datang bila, benar ada rencana atau terwujudnya membangun wahana permainan di sana.

Alasan mengapa masyarakat Kota Bogor menolak Kebon Raya Bogor untuk dilakukan Swastanisasi sebagai berikut :

1. Proyek wahana permainan pasti akan merusak lingkungan yang awalnya asri menjadi disibukkan dengan datangnya orang-orang yang hanya bertujuan untuk menikmati wahana lingkungan ketimbang bidang keilmuan.
2. Akan terjadi kerusakan struktur tanah karena efek properti yang akan ditanamkan/berdiri di dalam areal Kebon Raya Bogor.
3. Akan terjadi disparitas atau terbelahnya sosial ekonomi masyarakat dengan dibangunnya wahana permainan.
4. Merusak cadangan air disana karena dengan dibangunnya properti modern di areal konservasi alam terluas Kebon Raya Bogor, di kota Bogor tersebut.
5. Merusak tatanan kehidupan masyarakat yang aman dan damai selama ini terjalin dan berganti memasuki tatanan masyarakat yang Hedonistik.

“Untuk itu maka kami membuat ‘PETISI’ penolakan dengan cara menolak pembangunan wanana tempat bermain di Kebon Raya Bogor, petisi yang sederhana ini kami buat dalam bentuk secara online dan secara off line dengan klasifikasi data-data sebagai berikut:
Nama/Alamat/nomor tel/Tanda tangan,” Ungkap Yulia Lahudra S.Pd, MM, mengakhiri keterangannya, ia juga merupakan seorang Akademisi sekaligus Pengamat Lingkungan Hidup yang aktif yang selalu mendukung keasrian lingkungan agar tetap terjaga dengan baik. (Red. Fiyan/Yulia.L)

Foto: Yulia Lahudra SPd, MM.

Pos terkait