PENJURU.ID | KABUPATEN BEKASI – Kelompok Wanita Tani (KWT) Inklusif resmi terbentuk di Rumah Pemberdayaan DISPROMAN Indonesia, pada hari Jumat, 4 September 2026, di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Pembentukan KWT Inklusif tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan, khususnya penyandang disabilitas dan para pendamping.
KWT Inklusif diharapkan menjadi wadah bagi para anggota untuk bekerja sama, belajar, serta meningkatkan keterampilan dan hasil pertanian. Ke depan, kegiatan pertanian tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi anggota kelompok.
Kegiatan pembentukan KWT Inklusif dilakukan secara demokratis dan dilanjutkan dengan praktik pertanian. Kegiatan ini merupakan inisiatif Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi bersama Yayasan DISPROMAN Indonesia/LKS DISPROMAN Indonesia, dengan dukungan BPP Kecamatan Cikarang Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.
Ketua HWDI Kabupaten Bekasi sekaligus Founder DISPROMAN Indonesia, Rani Mei Lestari, menyampaikan optimismenya terhadap keberadaan KWT Inklusif tersebut.
“Kami ingin mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran. Minimal untuk memenuhi kebutuhan skala rumah tangga anggota dan operasional Rumah Pemberdayaan. Semoga KWT Inklusif menjadi langkah awal kemandirian komunitas disabilitas dalam bidang pertanian,” ujar Rani Mei Lestari.
Dukungan juga disampaikan Dede Kuswandi, Operator Layanan Operasional (OLO) UPTD Pertanian dan Peternakan BPP Kecamatan Cikarang Timur. Ia mengapresiasi semangat para penyandang disabilitas untuk tetap produktif melalui kegiatan pertanian.
“Saya merasa bangga dan antusias dengan terbentuknya KWT Inklusif. Ini adalah bukti nyata semangat teman-teman disabilitas untuk produktif. Semoga dengan terbentuknya KWT ini menjadi motivasi dalam pertanian skala rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Cikarang Timur, Heri Kurniawan, S.P., menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tersebut.
“Balai Penyuluhan Pertanian selalu mendukung kegiatan Kelompok Wanita Tani. Harapan kami ke depan, KWT Inklusif dapat berjalan kompak, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata. Tidak hanya terbentuk saja, tetapi benar-benar produktif dan menginspirasi,” ujarnya.
Dengan dukungan penyuluh pertanian dan semangat para anggota, KWT Inklusif diharapkan dapat berkembang menjadi kelompok yang produktif sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat disabilitas berbasis pertanian di Kabupaten Bekasi.
Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, keberadaan KWT Inklusif diharapkan mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi para anggotanya.





