PENJURU.ID | Probolinggo – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke 77 di tahun 2022. Peringatan Hari Guru Nasional adalah hari besar nasional ini bertujuan untuk memperingati peran serta jasa para guru di Indonesia.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November selain sebagai HUT PGRI juga sebagai Hari Guru Nasional. Untuk memperingati Hari Guru Nasional 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) telah memberikan berbagai apresiasi terhadap dedikasi guru termasuk dalam menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional di setiap tahunnya.
Seperti halnya yang tampak terlihat di lautan pasir Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sebanyak ratusan Guru terlihat mengikuti Apel dalam Rangka HUT PGRI KE 77 di Tahun 2022 ini dengan tajuk “Guru Bangkit – Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat – Indonesia Maju.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pelda N Dodik H turut hadir dalam giat Apel HUT PGRI Ke 77 tersebut mewakili Danramil 0820/08 Sukapura bersama Camat Sukapura serta Kanit Binmas Polsek Sukapura. Rabu (22/11/2022) pagi.
Seusai apel Pelda Dodik menyampaikan Guru merupakan para pahlawan tanpa tanda jasa yang berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945 sehingga tanpa kenal lelah guru ini garda terdepan dalam memberikan pengetahuan terhadap penerus bangsa
“Guru berperan aktif dalam mencerdaskan siswanya, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan setiap insan agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi nusa bangsa serta negara,” Tuturnya.
Untuk itu, lanjut Dodik dirinya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas semangat, kerja kerasnya dalam mengajar memberikan ilmu pengetahuan terhadap peserta didiknya. Untuk itu guru disarankan agar tidak gagap teknologi karena semakin hari semakin berkembang dengan perteknologian untuk ilmu pengetahuan.
“Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat menjadi salah satu alasan utama, yang pesat menjadi salah satu alasan utama, pentingnya peningkatan kompetensi bagi guru. Berbagai fasilitas dan sarana komunikasi jarak jauh menjadi peluang bagi guru, untuk mengembangkan diri, baik dari segi bidang keilmuan maupun dari segi pemanfaatan teknologi,” Pesannya.
“Mari tetap berupaya menjadi pelita bangsa, berusaha menerangi, berusaha menuntun anak didiknya ke arah impiannya, dan tetap jalankan kepercayaan orang tua mereka. Mari tetap menjalankan fungsi sebagai mana mestinya, bekerjasama dengan seluruh elemen, membangun kekuatan untuk pendidikan yang lebih baik lagi kedepannya,” sambung Pelda N Dodik.
Dalam pantauan media penjuru, selain Forkopimka Sukapura, juga tampak hadir Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Pengurus PGRI Kecamatan se Kabupaten Probolinggo, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo.
Dalam kegiatan peringatan HUT PGRI tersebut juga turut disertakan konvoi Para Guru sejumlah 100 orang dengan kendaraan bermotor serta mobil. Titik kumpul berada di Kantor Kecamatan Sukapura. Acara Peringatan HUT PGRI ke 77 ini ditutup dengan penanaman pohon edelweis secara simbolis oleh Forkopimka Sukapura disekitar Kantor Seksi TNBTS.
(Prasojo)





