Finalis Mr dan Ms President University 2025 Gandeng HWDI di Kegiatan Sosial, Ciptakan Ruang Inklusif, Edukatif dan Berdayakan Kaum Disabilitas

 

PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Finalis Mr. & Ms. President University 2025 selenggarakan sebuah kegiatan sosial yang mengusung tema “Creating a Path of Dignity and Opportunity : Empowering Women with Disabilities” yang memiliki arti “Menciptkan Jalan Menuju Martabat dan Kesempatan Memberdayakan Perempuan dengan Disabilitas”. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang inklusif, edukatif dan memberdayakan perempuan penyandang disabilitas. Acara yang diselenggarakan beberapa hari yang lalu di Hegar Asri, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (19/4/2025)

Bacaan Lainnya

Anggelina perwakilan finalis Mr & Ms mengatakan, Kami percaya Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi memiliki peran penting dalam mendukung misi ini. Karena itu kami sangat berharap dapat menjalin kerja sama.

“Ada beberapa rangkaian dalam kegiatan ini, yang bertujuan untuk membangun jaringan sosial antar sesama masyarakat,” terangnya.

Selain itu juga tujuannya lanjut Ia, memberikan dampak serta perhatian dan pelayanan kepada wanita penyandang disabilitas. Membangun ruang yang suportif dan menghargai setiap individu apapun latar belakangnya dan juga memperlkenalkan 3B+IT (Brain, Beauty, Behaviour dan Talent).

“Memberikan akses pembelajaran yang menyenangkan dan inklusif bagi penyandang disabilitas,” paparnya.

Rani Mei Lestari selaku Ketua HWDI Kabupaten Bekasi sekaligus Founder Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) Indonesia mengucapkan banyak terimakasih kepada Mr dan Ms President University. Dan mengapresiasi bahwasannya telah memberikan atensi kepada penyandang disabilitas.

“Saya pun berharap, program kolaborasi tidak hanya dalam program ini saja,namun bisa berkelanjutan untuk program-program lainnya,” ucap Rani.

Ia menambahkan, kami membutuhkan pihak akademisi dalam berbagai hal, untuk mendukung pergerakan kami. Sehingga bisa kemudian terwujud Kabupaten Bekasi inklusi.

“Terutama yang sedang diupayakan oleh HWDI adalah pengesahan Peraturan Daerah (Perda) disabilitas Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Di mana tentunya sambung Ia, membutuhkan pihak-pihak akademisi yang juga terlibat di dalamnya

“Supaya Perda segera disahkan,” pungkasnya.

 

Pos terkait