PENJURU.ID | Kota Serang – Menindaklanjuti informasi terkait adanya dugaan pungutan atau pemotongan dana bantuan kompensasi dampak pencemaran laut atas tumpahnya minyak mentah PT. Pertamina di perairan Jawa tahun 2019 lalu kepada 779 Nelayan di Kota Serang yang baru dicairkan pada tahun ini, Kepala Dinas Pertanian Kota Serang merasa geram mendengar adanya informasi tersebut.
Seperti diketahui, bahwa bantuan tersebut tidak langsung turun dari PT Pertamina kepada Nelayan selalu penerima, melainkan melalui adanya verifikasi dari Dinas Pertanian Kota Serang selaku pelaksana kegiatan.
Disampaikan Iman Faturahman Kasi Pemberdayaan Nelayan Perikanan Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kota Serang, Iman Faturahman saat ditemui di kantor Dinas Pertanian Kota Serang, Verifikasi awal pendataannya ada pada kami melalui pihak penyuluh serta dibuatkan Tim Pokja sebanyak 20 orang. Namun tetap melibatkan pihak dari PT. Pertamina serta BPK, Kecamatan, Kelurahan, Koramil dan Kepolisian. Selain itu juga ada uji petik serta melibatkan komponen mahasiswa.
“Soal Informasi adanya potongan itu saya tidak mengetahui dan tak tahu menahu. Sebab, jika memang terjadi hal itu diluar daripada kapasitas kami. Dan itu jelas oknum,” ucapnya, Senin (23/11/20).
Sementara itu, dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kota Serang, H. Edinata Sukriya diruangannya menjelaskan jika dirinya sejak awal telah mengingatkan terkait pelaksanaan bantuan itu agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
“Pada dasarnya kami disini bagian dari verifikasi, selaku pendampingan dan pengawasan saja, selebihnya apalagi untuk adanya pungutan itu bukan kewenangan kami, sudah saya sampaikan ke Pak Encep selaku penyuluh perikanan dari Kementerian nya sejak awal dan terus menerus mengingatkan,” katanya.
Edinata menambahkan, Mengenai informasi adanya pemotongan yang diduga membawa nama Dinas Pertanian, dirinya akan secepatnya memanggil oknum yang diduga bermain tersebut agar dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkannya.
“Sekali lagi saya sampaikan bahwa saya tidak pernah ikut campur apalagi sampai menyuruh juga memerintahkan bawahan saya untuk memungut berapa pun itu jumlahnya. Jangan sampai mereka oknum yang bermain di bawah, malah kami disini yang ikutan pusing,” tambahnya.
(Sen/AL)





