PENJURU. ID | Jeneponto – Di balik hiruk-pikuk kehidupan, masih ada kisah pilu yang luput dari perhatian. Salma Daeng Rannu (40), seorang ibu dari tujuh anak asal Kampung Taipakalongkong, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sederhananya, bergelut dengan sakit dan keterbatasan ekonomi.
Penderitaan keluarga ini bukanlah hal baru. Beberapa waktu lalu, mereka harus merelakan satu anaknya meninggal dunia pada usia delapan bulan akibat gizi buruk. Kini, Salma sendiri mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga drop dalam beberapa hari terakhir. Ironisnya, kondisi ekonomi yang serba kekurangan membuatnya tidak mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Kartu BPJS Kesehatan milik Salma diketahui tidak aktif. Kekhawatiran tidak mampu menanggung biaya pengobatan membuat pihak keluarga memilih bertahan di rumah, dengan segala keterbatasan. Dalam kondisi darurat, warga sekitar bahkan terpaksa membeli cairan infus di apotek agar Salma bisa mendapatkan pertolongan seadanya.
Kisah pilu ini menyebar luas di media sosial dan mengetuk nurani banyak pihak. Unggahan tersebut memantik empati publik dan harapan agar ada uluran tangan nyata dari pemerintah dan pihak berwenang.
Respons cepat pun datang dari Polres Jeneponto. Atas perintah Kapolres Jeneponto, Kasi Dokkes Polres Jeneponto IPDA Amirullah, Amd.Kep., bersama tim, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tonrokassi AIPDA Muchtar, turun langsung menyambangi rumah Salma pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 10.30 Wita.
Tak sekadar datang, tim Sidokkes memberikan pemeriksaan kesehatan gratis serta bantuan sembako untuk meringankan beban keluarga. Kehadiran aparat kepolisian di tengah keterbatasan warga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan nyata.
Lebih jauh, Kapolres Jeneponto juga memerintahkan jajarannya untuk mendampingi pengurusan jaminan kesehatan (KIS) bagi Salma, agar ke depan ia dapat memperoleh hak dasar atas layanan kesehatan yang manusiawi dan berkelanjutan.
Kegiatan bakti sosial ini berakhir sekitar pukul 11.45 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Namun, kisah Salma menjadi pengingat bersama bahwa di tengah masyarakat masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius, bukan hanya belas kasihan sesaat, tetapi solusi nyata dan berkelanjutan.
Kepedulian yang ditunjukkan Polres Jeneponto diharapkan menjadi pemantik sinergi lintas sektor, agar tidak ada lagi warga yang harus memilih antara sakit dan biaya, antara hidup dan keterbatasan.





