PENJURU. ID | Jeneponto – Dihebohkan adanya Vidio yang viral live melalui akun Facebook, seorang kepala desa aktif di Kecamatan Tarowang didepan orang banyak terdengar menekan warga. Bantuan Lansung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa dijadikan ajang kampanye.
Vidio yang berdurasi 8 menit yang terbit pada Kamis malam jumat diperkirakan sekitar pukul 23.00 wita itu terlihat jelas Kepala Desa Allu Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto, Turisno SE melakukan sosialisasi didepan warga dengan cara menekan. Berbagai program di antaranya BLT Desa dan jabatan RT dijadikan ancaman (ajang politik) demi meraih kemenangan.
Kepala Desa Allu Tarowang Turisno, SE saat di konfirmasi wartawan penjuru.id usai penetapan calon kepala desa menanggapi perihal tersebut tentang adanya vidio dirinya melakukan sosialisasi dengan cara menekan dengan memanfaatkan bantuan BLT dan jabatan RT untuk dijadikannya bahan kampanye.
“Tidak seperti itu, jadi gini kalau persoalan itu kan pembuktianji dijadikan dasar. Kalau saya sendiri persoalan itu pembuktian pada saat anda apakah itu durasi yang seperti itu adalah bisa dibuktikan atau tidak dalam hal penerimaannya nantinya.” kata Turisno
Terkait adanya kata ancaman, menurut Sutrisno bukan merupakan salah satu tuntutan hukum.

“Ancaman adalah bukan merupakan salah satu tuntutan hukum kecuali kalau dibuktikan bahwa ada yang tidak di berikan. Ini kan baru bersifat penyampaian bahwa jangan ada unsur unsur lain disitu. Artinya tidak bisa dikaitkan dengan itu.”tutur Kades dua periode itu kepada awa media, Jumat (01/10/2021) sekitar pukul 16.09 Wita.
Dari pantauan Wartawan penjuru.id. Adanya Vidio berdurasi 8 menit itu yang sempat live melalui akun Facebook milik Rusli Mile Bongkar begitu sangat disayangkan. Dimana seorang kepala desa aktif yang juga berstatus sebagai Bakal Calon Kepala desa didalam Pernyataan tersebut Menyampaikan Bahasa Bahwa” Ketika ada yang tidak pIlih saya maka saya tidak akan berikan BLT bahkan yang menerima BLT akan Saya Cabut.”tegas Kepala Desa dalam Vidionya.

Bentuk sosialisasi dengan cara menekan yang dilakukan kepala desa allu Tarowang didalam vidionya merupakan suatu pelanggaran yang begitu sangat bertentangan dengan asas Demokrasi.
Bukankah Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana warga negaranya memiliki hak yang sama pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan dan pembuatan hukum.
Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Demokrasi juga merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan beserta praktik dan prosedurnya. Demokrasi mengandung makna penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.
Sehingga Apa yang dilakukan oleh Bakal Calon Kepala Desa Allu tarowang ‘ Turisno “ yang mengambarkan tindakan penekanan kepada masyarakat Desa Allu tarowang adalah sesuatu yang bertentangan dengan Domokrasi dan mengambarkan suatu pemerintahan yang Otoriter.
Penulis: Mail





