Antisipasi Kejadian Bencana Alam, Polres Boyolali Apel Siaga Bencana

PENJURU.ID|Boyolali – Dalam rangka mengantisipasi kejadian Bencana Alam di kabupaten Boyolali Jajaran Polres Boyolali melaksanakan apel siaga bencana alam di halaman Polres Boyolali Rabu (26/10/22).

Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin,SIK MH mengungkapkan, kegiatan apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan sebagi bentuk kesiapan menghadapi bencana alam yang mungkin saja datang sewaktu-waktu.

“mengingat curah hujan masih ada di Wilayah Kabupaten Boyolali belakang ini yang dapat berpotensi terjadinya bencana alam banjir atau tanah longsor,” Ujar Kapolres.

Tingkatkan kesiapsiagaan dari personel dengan melakukan latihan-latihan penanganan bencana serta pengecekan peralatan – peralatan yang di gunakan, sehingga apabila ada kejadian kita sudah siap.

Adapun hadir dalam kegiatan tersebut,Bupati Boyolali Muh. Said Hidayat,Kajari Boyolali M. Anshar, SH,.MH,KA PN Boyolali Radtiyo Baskoro, SH, M.Kn.,Dandim Boyolali diwakili Kasdim Mayor Inf. Ismail,DPRD Boyolali Sdr. Ribut Budi Santoso,Kepala BPBD Kab Boyolali Sdr. Widodo,Kepala Dinkes dr. Puji Astuti,Polhut Taman Merapi Merbabu Sdr. Marjono,Perwakilan PMI sdr. Sartono,TNI 1 Pleton,Polri 1 Pleton,Brimob 1 Pleton,Damkar Boyolali 1 pleton,BPBD Boyolali 1 Pleton,TNGM Merbabu 1 pleton,Dinkes dan PMI 1 Pleton dan Sat Pol PP 1 Pleton

 

Bupati Boyolali Muh.Said Hidayat mengatakan bahwa,wilayah kabupaten boyolali mempunyai geografis yang sangat beragam, mulai dari dataran rendah sampai dengan perbukitan maupun pegunungan, dimana potensi bencana alam sangat mungkin terjadi seperti erupsi gunung merapi, tanah longsor, angin puting beliung dan banjir.

Menurut nya Sesuai data laporan gangguan kamtibmas yang dihimpun oleh polres boyolali bahwa selama tahun 2021 ada 14 kejadian yaitu banjir 2 kali, tanah longsor 11 kali dan angin puting beliung sebanyak 1 kali, sedangkan pada tahun 2022 dari bulan januari s/d oktober terdapat 5 kali kejadian bencana alam yang terdiri dari angin puting beliung 3 kali, tanah longsor 1 kali dan banjir sebanyak 1 kali.

Dari data tersebut, dapat kita simpulkan walaupun pada tahun 2022 ini trend kejadian bencana alam menurun, namun patut kita waspadai untuk kejadian angin puting beliung yang naik hampir 200 % dari tahun 2021. selain itu, status gunung merapi yang sampai saat ini masih status level siaga masih menunjukan fluktuaktif keaktifannya.

Dengan kondisi tersebut di atas, maka diperlukan kesiapsiagaan kita bersama secara sinergis dan berkesinambungan. kita tidak mungkin melakukan tugas ini secara sendiri – sendiri atau sektoral namun diperlukan kebersamaan yang terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas,masing-masing satgas harus tahu berbuat dan bertindak apa manakala bencana alam terjadi secara cepat dan tepat,Tutup Bupati

(Nanang)

Pos terkait