Ahmad Najib Qodratullah: Di Masa Sulit Mari Perkuat Nasionalisme

Ahmad Najib Qodratullah, DPR RI Fraksi PAN
Ahmad Najib Qodratullah, DPR RI Fraksi PAN

PENJURU.ID| Bandung –  Anggota DPR RI dapil Jabar II, Ahmad Najib Qodratullah menyampaikan bahwa Indonesia sedang menghadapi masa-masa sulit, selain pandemi Covid-19 yang belum berakhir, ancaman resesi ekonomi akan sangat berdampak dalam kehidupan masyarakat.

Pernyataan tersebut diutarakan Anggota DPR RI Fraksi PAN ini bersama Mandala Institute dalam kesempatan sosialisasi empat pilar. Pemahaman masyarakat terhadap Pancasila,  pada Sabtu (26/9/2020).

Bacaan Lainnya

“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal dasar bagi pembentukan karakter bangsa yang kuat. Semangat nasionalisme ini akan mendukung kemajuan sebuah bangsa,” ujar ketua DPW PAN Jawa Barat ini.

Menurutnya, pemahaman kebangsaan dan kebhinnekaan merupakan pendidikan karakter anak bangsa yang berimplikasi pada perubahan arah pola pikir masyarakat dalam merespon berbagai hal di negeri ini. Maka dari itu implementasi empat pilar harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda.

“Sebab, empat pilar ini adalah poin strategis. Jadi ketika nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika mampu mereka terapkan di kehidupan sehari-hari, tentu akan melahirkan efek positif yang luar biasa,” tambah Najib.

Efek positif tersebut, kata dia, akan tampak dari sikap rasa memiliki, toleransi, gotong royong dan bisa saling menghargai perbedaan. Jika sikap itu sudah tertanam, maka perpecahan tidak akan terjadi.

“Insya Allah, bila dilakukan konsisten, kita semua bisa berguna untuk bangsa. Karena karakter yang teguh, berintegritas adalah modal dasar dari semua hal,” tandas Najib.

Menghadapi masa sulit seperti sekarang ini penting bagi kita untuk memperkuat semangat nasionalisme, sehingga semua masalah bangsa bisa dihadapi dengan semangat kebangsaan yang kuat.

“Sebagai warga Indonesia, keempat pilar tersebut wajib dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

( LA )

Pos terkait