PENJURU.ID | Probolinggo – Bertempat di halaman Kantor Walikota Probolinggo dilaksanakan gelaran Batik In Motion 2026 dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kota Probolinggo ke 667 tahun 2026. Tampak hadir dalam gelaran tersebut yakni Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama sejumlah pihak, Sabtu (5/9).
Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan, kegiatan Batik in Motion 2026 dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 6 September dan menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke 667 Kota Probolinggo.
“Semangat memperingati hari jadi Kota Probolinggo ke 667 dan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus kita lanjutkan melalui berbagai kegiatan positif yang membangun kebanggaan terhadap daerah dan bangsa,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.
Dandim menambahkan, pagelaran Batik In Motion 2026 Kota Probolinggo bertujuan untuk mengangkat potensi budaya Kota Probolinggo, menguatkan identitas budaya melalui Batik Rembang serta memberikan efek positif pada perkembangan ekonomi kreatif.
“Dan yang terpenting yakni dapat menginspirasi generasi muda saat ini melalui pelatihan batik, fashion show batik sekaligus menumbuhkan kecitaannya pada batik sebagai salah satu warisan budaya nusantara,” ujarnya.
Direktur Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia ( MURI ) Awan Rahargo mengatakan, Pemerintah Kota Probolinggo menyelenggarakan sebuah event bertaraf nasional yang kami harapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi daerah.
Kami juga bersyukur bahwa kegiatan ini mendapat perhatian dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang hadir langsung dari Jakarta untuk menyaksikan dan melakukan verifikasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini.
kegiatan ini menjadi sebuah perhelatan besar yang mengangkat seni dan budaya Indonesia. Semangat serta kebanggaan nasional begitu terasa dalam rangkaian acara sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat dikemas secara kreatif dan menarik melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.
MURI telah menyaksikan secara langsung proses pencatatan rekor dengan kriteria superlatif yaitu kegiatan yang melibatkan jumlah peserta terbanyak dalam gelaran tari kolosal line dance. ” Line dance merupakan bentuk tarian yang dilakukan secara bersama-sama dalam barisan atau garis yang tersusun rapi, tertib dan serempak,” ungkapnya
Sementara Walikota Aminuddin berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan pelaku usaha batik di Kota Probolinggo. Kota Probolinggo terus berupaya menggerakkan perekonomian melalui berbagai event.
Dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan kegiatan besar seperti Mangga Expo pada bulan November. Kami berharap sejumlah kegiatan tersebut dapat semakin memperkenalkan potensi ekonomi kreatif, produk unggulan dan pariwisata Kota Probolinggo kepada masyarakat luas.
Pada awalnya rencana ini terasa cukup sulit dan bahkan mungkin dianggap tidak masuk akal. Namun hari ini kita dapat menyaksikan sekitar 350 meter sepanjang jalan dipenuhi oleh para penari. Menghimpun peserta dalam jumlah besar bukanlah pekerjaan mudah.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, ibu-ibu organisasi wanita, perangkat daerah, ASN.serta berbagai organisasi kemasyarakatan kegiatan Batik In Motion 2026 dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kota Probolinggo ke 667 tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.
(Prasojo)





