Cilegon – Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta prihatin terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat di wilayahnya. Pemerintah bakal menguatkan peran pos pelayanan terpadu (posyandu) di kelurahan.
“Ya ikut prihatin ya, prihatin efek daring terkait dengan sisi negatif dari handphone, ya,” kata Sanuji di Cilegon, Jumat (12/3/2021).
Keluarga, menurutnya, tidak boleh membiarkan anak terlalu sering bermain telepon seluler. Peran orang tua, kata Sanuji, dalam kasus ini menjadi sangat penting.
“Karena daring jadi ini perlu penguatan juga dari keluarga. Jadi sejalan dengan tadi, kita lakukan penguatan-penguatan program untuk pembangunan keluarga,” ujarnya.
Pemerintah akan memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk menguatkan posyandu untuk membimbing keluarga terkait meningkatnya kasus pencabulan anak di Cilegon.
“Mungkin DP3AKB-nya perlu penguatan, posyandu akan diberlakukan lebih kuat untuk keluarga. Ya, penguatannya di keluarga. Keluarga itu ada di DP3AKB, kaki tangannya itu ada di posyandu, DP3AKB harus menguatkan posyandu menguatkan keluarga,” ujarnya





