PENJURU.ID | SENDAWAR – Wakil Bupati H Edyanto Arkan,SE secara panen perdana 101 ekor sapi, program penggemukan sapi kemitraan PT Berkah Salamah Jaya dengan Kelompok Ternak Maju Jaya Bersama, yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat terutama yang tergabung dalam kelompok ternak.
“Kehadiran PT Berkah Salamah Jaya sebagai induk memberikan manfaat besar bagi masyarakat, jadi kita tidak melihat kandang ini saja, tetapi dampak turun yang timbul dimasyarakat.” kata Wakil Bupati H.Edyanto saat di konfirmasi penjuru.id, Kamis (6/5).
Dengan adanya 17 kelompok ternak akan memunculkan masyarakat-masyarakat secara mandiri mengembangkan peternakan secara besar,” tegas H.Edyanto.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketua KNPI.
Secara khusus Wabup berpesan kepada ketua KNIP peternakan merupakan peluang bagi Kubar.
”Saya ingat pada 20 tahun yang lalu berbincang dengan kepala dinas pertanian provinsi Kaltim, dimana menyampaikan Kubar potensinya sangat baik untuk peternakan, dan saat ini kita mau aktualisasikan sebagai kekuatan ekonomi di Kubar,” papar wabup.
Target panen selama tiga bulan, dengan target minimal setiap ekor sapi naik berat badan delapan ons dan selama tiga bulan targetnya minimal 75 kg naik berat badan. Untuk menaikan berat badan sapi tersebut maka sapi diberi makan rumput dan konsentrat serta makanan tambahan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut wabup juga minta Dinas pertanian membuatkan profil usaha peternakan sebagai gambaran, untuk usaha peternakan 125 ekor sapi selama tiga bulan memerlukan berapa biaya, tenaga berupa, lahan berapa hektar dengan demikian bisa dihitung sisa hasil usaha selama tiga bulan sebagai selisih keuntungan bagi kelompok peternak.
Selain mendapat keuntungan dari penjualan sapi, peternak juga bisa memaksimalkan dari kotoran sapi dan air seni sebagai pupuk. Ini semua bisa menimbulkan usaha sampingan lainnya, dan KNPI juga bisa diharapkan bisa memberikan motivasi kepada generasi muda kubar untuk mengembangkan peternakan. “Beternak tidak mesti harus besar, misalnya memelihara 25 ekor sapi, tetapi jika ingin memelihara sampai ratusan ekor maka harus membuat kelompok peternak,” ungkap wabup.
“Saya sangat tertarik dengan usaha penggemukan sapi, dimana kelompok peternakan didampingi oleh Dinas Pertanian serta bermitra, sangat yakin masyarakat Kubar juga bisa. Sekali lagi Pemkab Kubar mengucapkan terima kasih kepada PT Berkah Salamah Jaya sebagai mitra kelompok ternak sangat mengapresiasi mudah-mudah hal ini menjadi kegiatan ekonomi baru yang bisa
diperbaharui setiap waktu,” tutur wabup.
Untuk pasar tidak perlu ditanyakan, pasar lokal
saja di Kubar masih kurang sapi apalagi Kaltim, dan apa lagi kedepan berbicara IKN oleh sebab itu diharapkan kubar mampu menjadi daerah sentra penghasil sapi.
”Dengan17 kelompok peternak, jika masing-masing kelompok memelihara 100 ekor maka setiap tiga bulan menghasilkan 1700 ekor sapi . Namun kedepan dari 17 kelompok peternak yang ada diharapkan mampu menghasilkan 1000 ekor sapi, sehingga nantinya di kaltim tidak perlu membeli aspi keluar cukup membeli sapi dari Kubar, hal ini merupakan target kedepan,” harap wabup.
Keberhasilan Kelompok Ternak Maju Jaya Bersama merupakan contoh keberhasilan, dengan kemauan yang keras didukung teknologi, dimana masyarakat kubar sudah ramah dengan alam. Untuk memelihara 125 ekor sapi maka diperlukan lahan untuk menanam rumput seluas 7 hektar.
KNI yang sudah membentuk kelompok peternakan juga diharapkan bisa memberikan contoh dan semangat bagi masyarakat, sehingga masyarakat secara perorangan yang memiliki lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk beternak. Dan peternak harus betul-betul berhitung agar nantinya ada sisa hasil usaha atau keuntungan.
Panen perdana di Kelompok Ternak Maju Jaya
Bersama ini menjadi tonggak sejarah di kubar. Dan target kedepan dari kelompok ternak yang ada bisa panen 200-300 ekor sapi setiap bulannya dan setiap tahunnya bisa bertambah jumlahnya, sehingga semua masyarakat kubar ke depan memiliki pekerjaan dan tidak ada lagi yang kekurangan gizi.
Beternak tidak perlu dengan keterampilan yang tinggi, tetapi yang diperlukan adalah ketekunan dan kemauan. “Petani di Kubar merupakan petani yang militan, bisa dilihat dari perkebunan karet di Kubar karena militansi para petani, begitu pula dengan peternakan sapi, apabila diberikan pelatihan dan edukasi yang baik masyarakat kubar akan mengikutinya.
Dengan target kedepan satu kelompok ternak mampu menggemukkan 500 ekor sapi, maka kubar akan menjadi sentra penghasil sapi di Kaltim. Sebagaimana kita bisa mengklaim Kubar penghasil getah karet terbaik di kaltim, semoga komoditi sapi juga bisa demikian,” pungkas wabup.(hms10/adi)





