Termakan Janji Manis Sang Sekdes, Perempuan Asal Desa Garing Merasa Ditipu, Usai Dinikahi Dirinya Ditinggal Pergi

PENJURU. ID |Gowa – Tiga tahun menjalin hubungan asmara. Sepasang kekasih di Kabupaten Gowa, Janda 3 anak asal Desa Garing, Kecamatan Tompobulu Sulawesi-Selatan berujung nikah Ta’lik atau nikah talak yang sama sekali tidak diketahui arti dan makna nikah tersebut.

Diketahui lelaki tersebut berinisial AS berstatus perjaka seorang Sekretaris Desa di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa sedangkan perempuan Inisial T berstatus Janda 3 anak alamat kota Kabupaten Gowa namun asal kelahiran merupakan Desa tetangga sang ke kasihnya yakni di Desa Garing, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa .

Menjalin hubungan dengan Oknum Sekdes Aktif di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa terbilang cukup lama mulai dari tahun 2019. Dirinya mengaku sudah memberikan harga dirinya lantaran termakan bibir manis sang Sekdes.

Melalui sambungan selulernya, Janda 3 anak membeberkan kepada media ini tentang hubungannya dengan sang Sekdes begitu sangat dalam, jarak yang berjauhan namun terasa dekat. menurutnya 2 kali dalam seminggu kekasihnya datang mengunjunginya.

“3 tahun kita jalani hubungan pak, biasa dia temui saya 2 kali seminggu dan itu tiap minggu selama 3 tahun kita pacaran.” ujar Janda 3 anak Kepada Wartawan Penjuru.id lewat telfon selulernya, Sabtu (01/10/2022) sekitar pukul 14.50 wita.

Selama menjalin hubungan, dirinya sering kali cemas dan meminta pacarnya untuk merujuk kejenjang pernikahan, namun sang pacar (Sekdes) banyak alasan dan hanya menjab“sabarki jodoh tidak lari kemana” Jawaban itu yang sering kali dilontarkan oleh sang pacar hingga mengaku sering kali meminta putus karna bosan dengan tanggapan pacarnya itu.

“Bagaimana tidak cemas dan bosan dengan tanggapan nya pak, hubungan kita selama ini bukan hanya sekedar pacaran biasa seperti orang-orang diluar sana, di setiap saya mengajak hubungan di jenjang yang lebih serius dianya banyak alasan bahkan covid pun di jadikan alasan saat itu. ” ungkapnya

Mengaku selama hubungannya dengan pak Sekdes, diketahui 2 lelaki lain yang sempat datang melamar namun di tolak demi kesetiaannya dengan pak Sekdes.”Sebelum covid ada yang datang melamar saya, tapi saya tolak karna masa Pak Sekdes ku temani pacaran baru¬† lelaki lain ku temani kawin. ” kata Janda 3 anak itu

Merasa ditipu dan dibohongi oleh kekasihnya sang Sekdes lantaran di janji ingin dinikahi secara resmi didepan Imam Desa dan Kepala Desa Taring saat mengambil langkah dengan membawa dirinya kerumah Imam Desa Taring atau bahasa makassarnya (Pa’lampang) meminta pertanggung jawaban pak Sekdes dengan apa yang pernah dilakukan terhadap dirinya itu layaknya suami istri.

“Sebelumnya saya sudah menemui Imam Desa Taring meminta pertanggung jawaban tentang apa yang pernah dilakukan pak Sekdes terhadap diri saya, dan saat itu semua orang tau bahkan Imam Desanya sempat mengurus surat nikah di desa namun itu dibatalkan dengan alasan takut menikahkan saya karna belum ada surat cerai dari mantan suami saya. “ungkap Janda 3 anak itu

Tidak jadi dinikahkan saat itu melalui Imam desa taring dengan alasan takut lantaran sang janda belum mengantongi putusan cerai dari pengadilan agama dari suami pertamanya, hingga kesimpulannya saat itu sang Sekdes memutuskan untuk acara akad nikahnya secara resmi dilaksanakan di kota makassar tanpa ada perjanjian nikah talak.

Akibat ulah seorang Sekretaris Desa, Janda 3 anak tersebut meminta keadilan kepada Pemerintah Desa, Kecamatan terkhusus Pemerintah Kabupaten Gowa agar oknum tersebut diberikan sanksi yang sesuai karna dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pemerintah  yang punya tanggung jawab.

“Sebagai perempuan kami meminta keadilan kepada Pemerintah Desa, Camat terkhusus kepada Pemerintah Kabupaten Gowa agar memberikan sanksi yang setimpal kepada Sekretaris Desa Taring dengan perbuatannya yang tidak mencerminkan sikap dan tanggung jawab sebagai pemerintah malah menjadi pemeran utama pelaku perzinahan. “harap Inisial T sosok perempuan yang merasa ditipu itu

Hubungan yang telah dijalani selama bertahun-tahun kini berujung sakit hati dan rasa malu yang dialami Janda 3 anak itu, pasalnya 3 hari setelah melangsungkan pernikahan oleh penghulu disalah satu tempat dimakassar kini ditinggal pergi sang suami (Sekdes) .

Selain sakit hati dan korban pembodohan, Janda 3 anak merasa di permalukan oleh suaminya karna usia pernikahan yang baru 3 hari, di depan keluarganya spontang sang suami melontarkan bahasa merelakan istrinya menerima jika sewaktu-waktu ada yang datang melarnya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak laki-laki dalam hal ini oknum Sekdes.

Pewarta: Mail

Pos terkait