Terkuak, Ini alasan Israel getol menguasai Tepi Barat Palestina

Dubes Palestina untuk Indonesia, H. E. Zuhair Al Shun (tengah). Foto: Aris Munandar Penjuru.id

PENJURU.ID | Jakarta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengeluarkan kebijakan kontroversial. Hal itu memicu ketegangan kedua Negara antara Israel dan Palestina kembali mencuat ketika rezim Zionis berencana melakukan aneksasi (upaya paksa penggabungan wilayah secara ilegal).

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H. E. Zuhair Al Shun, dalam konferensi persnya “Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina di Tepi Barat”, ada dua misi terselubung di balik pencaplokan wilayah tepi barat Palestina, katanya di Jakarta, pada Kamis (25/6/2020).

Bacaan Lainnya

“Pertama di wilayah Wadi Al-Huwar, yang bersebelahan dengan laut mati yang mana air dari laut mati ini sangat mengandung kandungan mineral yang tinggi”, jelasnya di depan awak media.

Kandungan air itu, lanjut Al Shun, memiliki suatu komponen yang berfungsi untuk produk kosmetik yang disuplay ke berbagai pasar Negara-negara Uni Eropa. Dan aneksasi hanyalah kedok dibalik agenda terselubung itu.

“Dia (air laut mati, red) memiliki suatu komponen untuk kecantikan, ini bisa menjadi pasar kosmetik untuk menyuplai pasar Eropa. Ini keinginan Israel untuk memiliki itu semua daripada di belakang agenda aneksasi”.

Konferensi Pers Menolak Aneksasi Tepi Barat Palestina

Selain itu, beber Al Shun, di wilayah tepi barat Ibukota Yerikho memiliki lahan yang sangat subur. Di wilayah ini lah kurma terbaik di tanah Palestina bahkan di dunia.

“Kedua, kurma yang di miliki Palestina, terutama yang berasal dari Yerikho itu adalah kurma yang terbaik yang di hasilkan tanah Palestina”, jelasnya.

Ketika ditanya apakah konflik Israel dan Palestina merupakan takdir, dirinya pun tak menampik. Karena keinginan Tuhan (Allah) adalah keinginan atas segalanya, bahkan jika terjadi sampai kapan pun (tanpa akhir).

“Keinginan Allah adalah keinginan diatas segalanya. Kalau memang ternyata keingin Allah (berkehendak, red) konflik Palestina Israel itu terjadi sampai hari kiamat, siapa yang bisa menahannya. Akan tetapi, ikhtiar untuk selalu berjuang untuk menyelesaikan permasalahan itu selalu dilakukan Palestina”, pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, persengketaan wilayah (konflik) diantara kedua Negara bukan hanya kali ini saja. Tetapi sudah berlangsung sejak lama, bahkan sudah berabad-abad yang lalu.

(AM)

Pos terkait