Terjadi Ledakan Besar, Pemerintah Lebanon Tetapkan Status Darurat Nasional selama Dua Pekan

Ledakan di Beirut, Lebanon (sumber foto: google)

PENJURU.ID | Internasional – Ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (04/08/2020) menyebabkan 78 masyarakat tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Ledakan tersebut berasal dari kawasan pelabuhan, tepatnya di sebuah gudang penyimpanan zat kimia yang berdaya ledak tinggi.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud mengatakan ledakan besar yang terjadi di ibu kota Lebanon pada Selasa petang mengingatkannya pada peristiwa bom atom Nagasaki dan Hiroshima di Jepang saat Perang Dunia II.

Bacaan Lainnya
Ledakan di Beirut, Lebanon (sumber foto: google)

Karena banyaknya kompilasi tuduhan dari terjadinya ledakan tersebut, dalam sebuah cuitan dari akun twitter @jenanmoussa dituliskan bahwa Perdana Menteri Lebanon mengatakan ledakan #Beirut disebabkan oleh 2.750 ton ammonium nitrat yang dibiarkan tanpa jaminan selama 6 tahun di sebuah gudang.

Ammonium nitrat merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus N2H403. Senyawa tersebut berbentuk Kristal yang mudah larut. Biasanya digunakan sebagai pupuk yang mengandung nitrogen untuk menyuburkan tanaman. Selain itu, penggunaan lain dari senyawa ini juga digunakan sebagai campuran  bahan peledak.

Di samping itu, Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan bahwa penyimpanan ammonium nitrat dalam gudang tersebut tidak dapat diterima dan dibiarkan begitu saja. “Ribuan ton ammonium nitrat itu dilaporkan tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun,” ungkap Aoun dalam keterangannya (04/08/2020).

Berdasarkan kutipan dari CNNIndonesia.com (5/8), Aoun bersumpah akan menjatuhkan “sanksi berat” terhadap pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Ibu Kota ini dan memberikan dana darurat sebesar 100 Miliar Lira atau setara dengan Rp. 972,1 Miliar. Meski begitu, pihak berwenang sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab gudang tersebut meledak.

Kemungkinan hingga saat ini sampai hari berikutnya korban akan terus bertambah mengingat ledakan yang terjadi sangat besar dan meluas.

Pos terkait