Kota Serang, PENJURU.ID
“Bahasanya adalah tidak mewajibkan namun dapat dijadikan sebagai referensi bahan ajar dirumah“, ucap Indrawan salah satu orang tua murid SDN 13 Kota Serang mewakili para orang tua murid lainnya menirukan arahan dari pihak sekolah yang beredar via saat ditemui di Toko Adelia yang katanya telah ditunjuk sebagai toko penyedia penjualan buku Lembar Kerja Siswa LKS beralamat persis depan salah satu perumahan Jl. Ayip Usman Kebaharan Dukuh, Kota Serang (Kamis, 30 Juli 2020).
Selain pembelian buku LKS, pihak sekolah juga menyuruh para orang tua murid agar membeli 5 buah buku paket dengan harga ratusan ribu bahkan hampir setengah juta rupiah yang dikelola oleh pihak sekolah tersebut melalui para guru.
“Buku LKS jumlahnya 10 buah total harganya Rp.135 ribu disuruhnya dibeli di Toko Adelia ini bukanya hanya sampai jam 11 siang setiap harinya, kalau untuk buku paket nya total seluruh nya sekitar Rp. 435ribuan per semester dan itu dikelola Kolektif melalui guru atau wali kelasnya, kalau belinya dimana saya kurang tahu”, tandasnya.
Dihubungi via perpesanan WhatsApp, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Serang, Hj Wardah, namun sayang konfirmasi awak media terkait penjualan dan pengelolaan bahan ajar yang melibatkan pihak sekolah tersebut hingga kini belum juga ditanggapi.
Ironis jika bahan ajar dalam kegiatan belajar siswa diduga malah diduga dijadikan sebagai ajang mencari kesempatan peluang usaha di sekolah negeri itu.
Lain halnya dengan lembaga pendidikan swasta, Setyawati salah seorang orang tua murid pada sekolah swasta itu malah menjelaskan bahwa selama ini hanya mengakses via download untuk setiap mata pelajarannya.
“Repot juga ya, bingung juga mesti bicara apa. Selama ini kan belajarnya daring online jadi tak perlu lagi harus membeli buku. Tinggal download aja kok, gitu aja kok repot. Buat apa ada Dana Bos“,ujarnya kritis.
(Adhsn)





