PENJURU.ID | Probolinggo – Polres Probolinggo terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Seksi I Cemorolawang.
Penanganan dilakukan secara terpadu sejak Selasa (4/8/2026) setelah terpantau muncul titik api di kawasan tersebut. Hingga Rabu (5/8/2026) proses pemadaman dan upaya pengendalian kebakaran masih terus berlangsung.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, S.I.K., M.I.S. turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan sekaligus memastikan seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara optimal. Di lapangan, kegiatan dikoordinasikan oleh Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K. yang bersama personel gabungan tidak hanya melakukan pemantauan dan mitigasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemadaman api.
Upaya penanganan melibatkan personel Polri, TNI, TNBTS, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Tagana serta masyarakat sekitar. Tim gabungan melakukan penyisiran, pemadaman menggunakan peralatan manual serta penyekatan di sejumlah titik guna mencegah api meluas ke kawasan lain.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga bermula dari ilalang dan rumput kering yang terbakar di kawasan hutan. Kondisi cuaca yang panas, vegetasi yang mengering serta tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke area sekitarnya. Medan yang berupa perbukitan dengan kemiringan mencapai sekitar 70 derajat serta keterbatasan sumber air juga menjadi kendala utama dalam proses pemadaman sehingga pemadaman sementara masih dilaksanakan dengan cara manual.
Hingga saat ini, api masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan dan terpantau meluas ke beberapa bagian kawasan TNBTS yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Meski demikian, lokasi kebakaran masih berada jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap masyarakat. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sementara luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan.
Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa seluruh personel gabungan akan terus bersiaga dan melakukan upaya pemadaman hingga kondisi benar-benar terkendali. Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran mengingat kondisi ilalang dan rumput yang tebal serta kering masih sangat mudah terbakar.
Polres Probolinggo juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun padang ilalang, tidak memasuki area kebakaran tanpa kepentingan serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya titik api atau kepulan asap baru.
Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan. (Pras)



