PENJURU.ID | Probolingo – Aktivitas pertanian warga menjadi salah satu perhatian kepolisian di wilayah Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Wetan Briptu Aldian menyambangi lahan milik petani untuk melihat langsung perkembangan tanaman jagung yang tengah dibudidayakan.
Kunjungan tersebut berlangsung di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Minggu (20/9/2026) pagi. Selain mengecek kondisi tanaman, personel kepolisian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi dengan petani.
Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 1,2 hektare. Lahan tersebut merupakan milik Slamet dan tergabung dalam Kelompok Tani Dewi Sri.
Di atas lahan itu, tanaman jagung varietas Jago tumbuh setelah ditanam pada 25 Agustus 2026. Saat dilakukan pengecekan, tanaman masih berada dalam tahap pertumbuhan dan belum memasuki masa panen.
Berdasarkan perkiraan dari hasil monitoring, panen diproyeksikan berlangsung pada rentang 10 hingga 20 November 2026.
Apabila pertumbuhan tanaman berjalan sesuai harapan, lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 7 sampai 9 ton jagung.
Potensi produksi itu menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam kegiatan pemantauan. Sebab, kondisi tanaman selama masa pertumbuhan dapat berpengaruh terhadap hasil akhir ketika memasuki musim panen.
Briptu Aldian juga menggali informasi langsung dari petani mengenai proses perawatan tanaman. Dialog tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengetahui apakah terdapat kendala yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Komunikasi antara petugas dan petani dinilai penting agar informasi mengenai kondisi pertanian dapat diperoleh secara langsung dari lapangan.
Tidak hanya menyampaikan perkembangan tanaman, petani juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses budidaya.
Kapolsubsektor Kanigaran Ipda Iwan Hardi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk hadir dalam aktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
Menurutnya, dukungan terhadap petani menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar sektor pertanian terus berkembang. Kami berharap hasil panen nantinya dapat optimal dan turut mendukung ketahanan pangan,” ujar Iwan.
Ia mengatakan, pendampingan tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Komunikasi dengan kelompok tani akan terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan tanaman sekaligus mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan.
Dengan komunikasi yang berkesinambungan, berbagai kendala yang dialami petani diharapkan dapat diketahui lebih awal. Jika membutuhkan penanganan atau koordinasi dengan pihak lain, informasi tersebut dapat segera diteruskan.
“Komunikasi dengan kelompok tani akan terus dilakukan sehingga apabila terdapat kendala di lapangan dapat segera diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.
Di tengah aktivitas pertanian tersebut, kepolisian juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Petani dan warga sekitar diimbau tidak mengabaikan kondisi lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan ajakan untuk mempertahankan kerukunan. Kepolisian berharap hubungan yang baik antarmasyarakat tetap terjaga sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman.
Iwan menegaskan, menciptakan lingkungan yang kondusif membutuhkan peran bersama. Polisi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Dengan sinergi antara petani, masyarakat dan Polri, diharapkan situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Pemantauan di lahan jagung Kelompok Tani Dewi Sri tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat di tingkat kelurahan.
Sementara itu, tanaman jagung yang ditanam pada akhir Agustus tersebut masih memiliki waktu hingga perkiraan masa panen pada November mendatang. Perkembangan tanaman dan potensi produksi hingga saat panen menjadi bagian yang akan terus diperhatikan.
Melalui komunikasi yang berjalan antara petani dan kepolisian, berbagai perkembangan di lapangan diharapkan dapat diketahui secara cepat. Upaya tersebut berjalan seiring dengan dukungan terhadap aktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Kota Probolinggo. (Prasojo)






