PENJURU.ID | Probolinggo – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Lantai 2 Pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo mengeluhkan sepinya pembeli ditempat mereka berjualan. Lantaran, banyak warga yang memasuki Alun-Alun enggan untuk menaiki Pujasera ke lantai atas.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Probolinggo Halim Yudha Wiratomo menghimbau kepada Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) untuk melakukan peninjaun dan penataan ulang terkait sepinya para pelaku usaha di Pujasera utamanya di lantai 2. Terlebih mereka merasakan guncangan dilantai atas saat ada kendaraan Roda 4 yang melintas di jalan kawasan Pujasera.
” Sebagai pemerintah yang Pro Rakyat seharusnya kebijakan – kebijakan tersebut seharusnya tidak merugikan rakyat utamanya para pelaku usaha, karena pelaku usaha ini merupakan ujung tombak dari perputaran ekonomi kita, sehingga kami berharap kepada Pemerintah Kota Probolinggo jangan sekedar menertibkan para PKL yang ada di seputaran Alun-Alun Kota Probolinggo melainkan juga memberikan solusi yang terbaik ke pelaku umkm seperti ini, utamanya dalam hal keselamatan dari para PKL itu sendiri,” Ungkap Halim ke media ini saat di temui di Kantor sekretariatnya, Kamis (18/05/2023) sore.
Selain keluhan para pedagang, Lanjut Halim, dirinya menilai bahwa konstruksi bangunan di Pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo tersebut perlu di tinjau ulang karena bulan lalu ada beberapa insiden dari pedagang hingga warga yang terpeleset sebab jalan menuju lantai 2 pujasera terasa sangat licin.
” Kami menerima beberapa laporan, bahwa telah terjadi insiden salah seorang wanita hamil terpleset di turunan lantai 2 Pujasera Alun-Alun. Hal serupa juga dialami oleh Muhabiyah Pedagang Kaki Lima yang terpeleset saat akan menuruni lantai 2 menuju kamar mandi,” Sebutnya.
Dari berbagai insiden yang dialami oleh kedua orang tersebut, Halim berharap Pemkot Probolinggo memberikan perhatian serius terhadap bangunan pujasera yang telah diresmikan oleh Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin pada bulan maret 2023 silam.
” Kita melihat saat terjadi hujan deras bahkan hingga hujan angin, maka hempasan air hujan akan masuk ke dalam pujasera baik di lantai satu maupun lantai dua, sehingga lokasi tempat berjualan Para PKL ini terlihat kotor bahkan hingga becek karena genangan air hujan yang masuk bebas ke dalam area pujasera saat terjadi hujan deras disertai angina kencang,” Tuturnya.
Untuk itu, halim berharap agar Pemerintah betul – betul mengevaluasi bangunan dan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pedagang maupun pengunjung yang menaiki dan menuruni lantai 2 Pujasera tersebut agar insiden tersebut tidak kembali terjadi.
” Kebersihan di lingkungan Pujasera juga turut di perhatikan, semakin bersih tempat tersebut maka semakin nyaman seseorang akan berlama – lama di lantai atas, karena selama ini di lantai atas terlihat kumuh dan berbau. Untuk itu kerjasama antara Pedagang maupun Pemerintah dalam hal ini dinas kebersihan agar menjaga kebersihan di kawasan Pujasera baik di lantai 1 maupun lantai 2,” Tutupnya.
Sementara itu, Ifa penjual Ayam geprek dan Es saat ditemui di Pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo mengatakan jika omset yang didapatnya menurun karena sepinya pembeli yang berada di lantai 2 Pujasera.
” Sepi mas, jarang ada pengunjung maupun pembeli yang naik ke lantai atas berbeda dengan lantai dibawah,” Keluh Lansia 55 tahun ini, Kamis (18/05/2023) petang.
Senada dengan Ifa, Habish (67) penjual Rujak dan Kopi di Lantai 2 Pujasera mengatakan dalam sehari ia mendapatkan uang dari hasil jualannya yang tidak lebih dari 50 Ribu Rupiah.
” Semenjak berjualan disini, penghasilan yang saya dapat hanya pada kisaran Rp 25.000 – Rp 45.000,” Singkatnya.
Sebelumnya, DKUPP telah melaksanakan rekomendasi dari Komisi II DPRD untuk menampilkan hiburan life music agar pengunjung tertarik untuk menaiki lantai dua pujasera, bahkan yang terbaru Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Nonton Bareng (Nobar) Grand Final Indonesian Idol di tempat tersebut. tapi upaya tersebut tidak berlangsung lama, dan pedagang kembali mengeluhkan sepinya pengunjung dilantai dua Pujasera Alun-alun Kota Probolinggo.
(Prasojo)





