PENJURU.ID | Probolinggo – Upaya keras petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Gluguh, Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, berhasil dijinakkan setelah proses pemadaman intensif selama lebih dari lima jam, Jumat (24/7/2026) malam hingga Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Polisi Kehutanan (Polhut), Perhutani Probolinggo, dan Polres Probolinggo yang bergerak cepat begitu menerima laporan kebakaran pada pukul 19.00 WIB.
Api diketahui membakar kawasan hutan Petak 22B di puncak Gunung Gluguh dengan luas terdampak sekitar lima hektare. Lokasi kejadian berada pada titik koordinat -7.801846, 113.278803, yang memiliki medan cukup terjal sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Meski dihadapkan pada kondisi gelap dan akses yang menantang, petugas tetap berupaya mencapai titik api. Dengan memanfaatkan satu unit kendaraan Ranger sebagai mobilisasi personel dan tiga unit gebyok sebagai alat pemukul api, pemadaman dilakukan secara bertahap dari sisi luar menuju pusat kobaran.
Strategi tersebut terbukti efektif. Petugas berhasil memutus jalur rambatan api sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya. Setelah memastikan seluruh titik api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan untuk menghilangkan bara yang masih tersisa.
Kerja keras petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil. Tepat pada pukul 00.30 WIB, api dinyatakan padam sepenuhnya. Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran ulang sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penyalaan kembali akibat embusan angin maupun bara api yang masih tersisa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemadaman. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
“Keberhasilan memadamkan kebakaran ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara BPBD, Polhut, Perhutani, dan Polres Probolinggo. Seluruh personel bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan api tidak meluas dan mengancam kawasan hutan yang lebih besar. Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja maksimal di lapangan,” ujar Oemar Sjarief.
Ia menambahkan, memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat signifikan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, membuang puntung rokok sembarangan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya titik api di kawasan hutan.
Oemar juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau kebakaran di kawasan hutan. Menurutnya, laporan yang cepat akan mempercepat respons petugas sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengingatkan masyarakat bahwa apabila terjadi keadaan darurat kebencanaan, laporan dapat disampaikan melalui Call Center PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Probolinggo via WhatsApp di 0811-3514-477. Layanan tersebut disiagakan untuk mempercepat koordinasi dan penanganan setiap kejadian kebencanaan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
(Prasojo)





