Petani Menjerit Harga Racun Meroket 40 Bahkan Akan Sampai 50% Dari Harga Musim Sebelumnya

PENJURU. ID | Jeneponto – Memasuki musim penghujan tahun ini di Wilayah Sulawesi Selatan. Dimana beberapa daerah terkhusus Kabupaten Jeneponto yang didominasi petani Jagung (pekebun), umumnya petani menjerit dengan harga Pestisida (racun) meroket mahal dari harga sebelumnya.

Pestisida jenis racun rumput yang sering kali digunakan petani untuk membasmi rumput (gulma) dalam proses buka lahan persiapan musim penanaman pertama tahun ini kian mahal, harga naik 40 bahkan akan sampai 50 persen.

Umumnya petani mengeluh, diantaranya Nasir salah satu petani Jagung di Desa Allu Tarowang Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto sangat menjerit dengan harga racun yang sangat mahal dari harga sebelumnya.

“Kami Petani jagung kuning itu tidak menentu, kadang juga kita gagal panen seperti panen ke 2 baru-baru ini, apalagi dengan kondisi harga racun saat ini.”ucap Nasir

Selain menjerit ia pun merasa kebingungan karna menurutnya walaupun mahal petani terpaksa beli racun rumput walaupun dengan cara apapun.

“Karna kita petani tampa menggunakan racun kita kewelahan hadapi rumput masa kini.”tutur Nasir dengan nada bingung

Sedangkan Pemilik Kios Toko Karya Tani, Fahrul Arman saat dikonfirmasi di Kiosnya menanyakan terkait harga Pestisida yang sangat mahal, Menurut Fahrul harga naik drastis tahun ini dikarenakan adanya kendala pada bahan aktif disemua pestisida.

“Yang kami dengar, naiknya harga semua Pestisida itu dikarenakan adanya kendala bahan baku untuk pembuatan bahan aktif Pestisida dengan biaya Spedisi dari Cina ke Indonesia.”kata Fahrul Kepada awak media, Selasa (30/10/2021)

Mahalnya harga racun tahun ini. Menurut Fahrul iya sudah mendengar isu beberapa bulan lalu bahwa semua harga racun akan naik di musim ini.

“Sebelumnya saya sudah mendengar isu bahwa akan naik semua harga Pestisida, kenaikannya 40% Bahkan akan sampai 50% dari harga sebelumnya.” tutur Fahrul

Racun rumput yang biasa digunakan petani untuk persiapan buka lahan jenis Glifosat atau Patteppo dari harga sebelumnya Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per liter menjadi Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per liter. Sedangkan jenis Parakuat (Racun Kontak) dari harga Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) menjadi Rp. 80.000 (delapan puluh ribu rupiah) dan beberapa jenis pestisida lainnya yang biasa digunakan petani juga ikut mahal.

Penulis: Mail

Pos terkait