Cilegon. Meninjak lanjuti informasi tidak benar (Hoax) terhadap lembaga yang tergabung dalam Seketariat Bersama (Sekber) saat unjuk rasa pada tanggal 24 januari 2023. Lembaga yang tergabung dalam Sekber berupaya menempuh jalur hukum.
Menurut salah satu penangung jawab Sekber Suhaemi mengatakan kepada awak media, Kamis (02/02/2023) di Jungle Park Cilegon. Niat kita (red_sekber) murni,niat baik pada hari ini mengklarifikasi agar jangan ada kegaduhan dan sumbang berita yang mana inti dari Sekber adalah mengupayakan peran serta masyakat kota cilegon terhadap PT.Krakatau Steel.
“Ada berita sedikit miring tapi kita coba dalami dulu baik dari pihak Sekber ataupun kepolisian mudah-mudahan ada titik terang”ungkapnya
Lanjutnya. Jadi informasi tentang dukungan pembangunan Gereja HKBP di kota Cilegon itu tidak benar.
Sementara itu penangung jawab Sekber lainnya. Jems mengatakan tindak lanjut Sekber terhadap PT.Krakatau Steel, insyaallah PT.Krakatau Steel akan menerima pihak Sekber dalam bentuk audiensi dan kami sedang menunggu tempat dan waktu.
“Kami minta Direktur Utama agar menerima kami secara audiensi, kami tetap membawa aspirasi empat poin yang sama seperti aksi yang lalu”ungkapnya
Jems menyampaikan bahwa tuntutan Sekber ke PT.Kakatau Steel, pertama kembalikan kejaya’an PT.KRAS Group. Ke dua Sumber Daya Manusia (SDM) kota Cilegon agar bisa masuk Struktur Direksi dan di Berdayakan di PT.KRAS Group. Ke tiga perusaha’an dan Pengusaha lokal, agar di berikan kesempatan dan di kasih porsi lebih dalam hal peluang usaha, Hilangkan Praktek Monopoli dia PT.KRAS Group serta yang ke empat. Nelayan dan PKL Agar di berikan Ruang atau Tempat Usaha yang layak dan Representative. Empat tuntutan itu harua di sepakati oleh Direksi PT.KRAS.
Kami berharap keluarga besar Sekber bisa bertemu secepat mungkin karna kalau tidak bertemu atau mediasi dengan PT.Krakatau Steel maka kami akan melakukan aksi dengan 5000 orang yang akan kami siapkan, jika mediasi dengan PT.KS tidak sesuai dengan keinginan kami. Karna tuntutan rakyat kota cilegon sudah berpuluh-puluh tahun kami merasa mengalami intimidasi dan mengalami hal-hal yang tidak benar selaku masyarakat.
“Sesuai dengan yang di sampaikan saudara suhaemi gerakan kita saja sudah di politisasi seolah-oleh kita melakukan yang tidak benar”ungkap Jems
Lanjutnya. Maka kami juga setelah ini melakukan pelaporan ke Polres Cilegon terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memberikan informasi tidak benar tentang keluarga besar Sekber.




