PENJURU.ID | Internasional – Barcelona dihujat oleh para suporter setelah dinilai mearaup keuntungan dengan menjadikan momen kematian legenda sepak bola Diego Maradona sebagai ajang promosi media sosial.
kejadian bermula setelah Lionel Messi melakukan penghormatan kepada Sang Dewa pada laga lawan Osassuna, Minggu (29/11/2020).
Barcelona mengunggah selebrasi Lionel Messi itu dengan cara yang berbeda. Alih-alih memberi sanjungan kepada manuver La Pulga, Barca justru pamer rekor.
Ya, unggahan klub asal Catalunya tentang “persembahan terakhir Messi untuk Maradona” itu menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan.
Namun apa yang dilakukan admin media sosial klub ternyata jadi blunder. Alih-alih mendapat tepuk tangan, Barca justru dihujat.
Klub Barcelona itu dianggap telah memanfaatkan berita kematian Diego Maradona untuk promosi klub.
“Selamat, kalian sudah memanfaatkan berita kematian untuk membuat konten dan promosi,” cuit salah satu pengguna Twitter.
“Hanya Barcelona yang bisa memanfaatkan berita kematian untuk public relations,” komentar yang lainnya.
Kini, unggahan yang sempat jadi kebanggaan Barcelona itu sudah hilang dari Twitter resmi klub karena dihapus.
Selebrasi Lionel Messi yang melepas jersey Barcelona dan menggunakan seragam Newell’s memunculkan sejumlah masalah. Selain membuat Messi menerima kartu kuning, Barcelona juga menghadapi denda sebesar 3 ribu euro atau setara dengan Rp50,5 juta.
Messi merayakan gol usai membobol gawang Osasusa yang menjadi gol keempat Barcelona pada laga tersebut sekaligus menutup laga dengan kemenangan 4-0, pada akhir pekan lalu.
(YMA)





