PENJURU.ID | KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama PT. Langgeng (Penyedia Oksigen) bagi-bagi oksigen gratis untuk masyarakat Bumi Intanpari di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat kemarin (30/07).
Informasi melalui media sosial itu langsung diserbu masyarakat Karanganyar. Bahkan, ada yang rela menunggu satu jam untuk mendapatkan oksigen.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Beberapa hari ini saya mencari-cari selalu kehabisan atau tidak ada barangnya. Begitu mendapat informasi, saya sudah datang pukul 10.30 untuk mendapatkan oksigen gratis tersebut,” papar Samsuri, warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten.
“Dia mengakui mendapatkan informasi dari Group Isolasi Mandiri (Isoman). Samsuri mengatakan oksigen memang susah dicari, jika ada itupun harganya selangit. Biasanya harga per tabung ukuran 3 kg dijual dengan Rp 35 ribu, namun saat ini dijual dengan harga Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu. Pihaknya berharap Pemkab. Karanganyar bisa terus menyediakan sehingga Samsuri tidak kesulitan.
“Setiap hari saya butuh oksigen 3-4 tabung per hari untuk ibu yang tengah isoman di rumah. Saya berharap Pemkab. menyediakan terus,” tuturnya.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan “Kegiatan ini spontan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan PT. Langgeng selaku perusahaan penyedia oksigen yang sudah lama bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam pengisian ulang di RSUD Karanganyar.
Kegiatan bakti sosial ini tentu saja langsung mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat.” kata Bupati Karanganyar Drs.H.Juliyatmono.M.M., saat dikonfirmasi penjuru.id, Sabtu, (31/07) melalui sambungan telepon.
“Hari ini bisa melayani 1.000 tabung oksigen untuk masyarakat, sehingga jangan kuatir jika kekurangan. Kami akan terus layani dan kami tidak ingin masyarakat Karanganyar kecewa,” tegas orang nomer satu di Karanganyar tersebut.
Kegiatan ini akan terus dilakukan dan mungkin akan bergeser ke kecamatan yang dinilai rawan atau banyak terpapar Covid-19. Senin depan direncanakan akan ke Kecamatan Colomadu.
“Jika ada berita kekurangan oksigen di Karanganyar itu berarti hoaks. Oksigen untuk kesehatan dan keselamatan kami pastikan terjaga dengan baik,” pungkas Bupati Karanganyar. (Sukarno)





