Pemerintah Taliban Larang Perempuan Afghanistan Ikuti Kegiatan Olahraga

  • Whatsapp
Atlit Kriket Perempuan Taliban

PENJURU.ID | Internasional – Pemerintahan Taliban telah melarang perempuan Afghanistan, termasuk tim kriket negara tersebut untuk melakukan kegiatan olahraga. Mereka juga tidak akan mengizinkan aksi demonstrasi dan protes lainnya kecuali sudah mendapat izin dari pihak berwenang.

Dilansir dari New York Post, wakil kepala komisi budaya Taliban, Ahmadullah Wasiq mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif Rabu bahwa perempuan dan anak perempuan di negara itu tidak akan bisa bermain kriket atau olahraga lainnya. Hal itu karena kegiatan seperti itu tidak dianggap penting bagi mereka.

“Saya kira perempuan tidak boleh bermain kriket karena perempuan tidak harus bermain kriket,” kata Wasiq. “Dalam kriket, mereka mungkin menghadapi situasi di mana wajah dan tubuh mereka tidak akan ditutupi. Islam tidak mengizinkan perempuan terlihat seperti ini.” ujarnya

Wasiq mengatakan, jika diizinkan untuk berpartisipasi dalam olahraga, maka akan ada foto dan video perempuan yang bertebaran dan pasti ditonton orang banyak. Ia menyebut, Islam dan Imarah Islam (Afghanistan) tidak mengizinkan wanita bermain kriket atau olahraga yang membuat mereka terekspos.

Wasiq mengatakan kepada SBS Pashto bulan lalu bahwa kriket pria akan diizinkan untuk dilanjutkan di Afghanistan, di mana Taliban telah memberikan izin kepada tim nasionalnya untuk melakukan perjalanan ke Australia untuk pertandingan pada bulan November.

Namun pernyataan Wasiq berpotensi membuat Dewan Kriket Internasional membatalkan pertandingan persahabatan di Australia, karena mengharuskan 12 anggotanya memiliki tim nasional putri. Hanya tim anggota penuh yang bisa bermain di pertandingan uji coba, lapor outlet tersebut.

Wasiq mengatakan Taliban tidak memiliki rencana untuk menyesuaikan sikap garis keras mereka.

Bahkan untuk ini, jika kita menghadapi tantangan dan masalah, kita telah berjuang untuk agama kita agar Islam dianut, Kami tidak akan mencoret nilai-nilai Islam meskipun itu membawa reaksi yang berlawanan. Kami tidak akan meninggalkan aturan Islam kami.” Kata Wasiq

Berolahraga tidak diragukan lagi akan membuat perempuan “terekspos” dan “Islam tidak mengizinkan itu,” kata Wasiq.

Pos terkait