
Penjuru.id | Jakarta, 1 September 2023 – Dalam rangka program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, FIB UI mengangkat suatu topik bertajuk Usaha Pelestarian Kampung Betawi. Salah satu daerah yang menarik untuk disorot adalah Tanah Abang dengan budaya dan sejarahnya yang panjang. Tim Pengabdian Masyarakat FIBUI mengangkat Silat Sabeni sebagai objek budaya di Tanah Abang yang perlu untuk dikaji dan dilestarikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 September 2023 dengan menyasar siswa-siswi kelas 4,5, dan 6 SDN Petamburan 05.
Termasuk dalam warisan budaya tak benda, seni pertunjukan silat merupakan salah satu ‘nyawa’ dari kebudayaan Betawi. Silat Sabeni sebagai salah satu aliran silat yang hidup diIndonesia, memiliki sejarah yang panjang beriringan dengan perkembangan budaya daerah Tanah Abang. Keberadaan Engkong Sabeni sebagai legenda silat di Tanah Abang, meninggalkan beberapa cerita kepahlawanan untuk masyarakat sekitarnya. Keahlian silatnya bahkan terdengar oleh Kompeni dan Kampetai sehingga membuat keduanya mengirimkan Sumodan Jawara dari Komandan Polisi Belanda untuk menantang Sang Legenda.
Dalam eksistensinya sendiri, Silat Sabeni kurang mendapatkan perhatian, baik dari lingkungan masyarakat sekitar, maupun pemerintah. Hal ini sangat disayangkan mengingat silat merupakan salah satu ikon pertunjukan dari Jakarta, tempat di mana kebudayaan Betawi mengakar. Karena ini, tim Pengabdian Masyarakat FIB UI berusaha untuk mengangkat Silat Sabeni menjadi suatu objek edukasi lewat game inovatif bagi anak-anaksekolah dasar.
Roni Adi Sekaligus Ketua MPD Pemuda ICMI Jakarta Pusat & Sikumbang Tenabang senang dapat bekerja sama dengan FIB Universitas Indonesia dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai kebudayaan Betawi melalui sosialisasi yang dikemas dengan game-game inovatif. Melalui kegiatan ini harapannya generasi muda dapat memiliki pengetahuan dan juga melestarikan kesenian silat sabeni agar tetap lestari.
Anak-anak usia sekolah dasar merupakan sasaran yang tepat untuk penanaman pengetahuan kebudayaan sejak dini agar mengakar dalam ingatan kolektif mereka melalui sosialisasi. Sosialisasi dengan tajuk Pelestarian Silat Sabeni melalui Game Inovasi dibuka dengan pementasan drama anti-bullying yang kemudian dilanjut dengan cerita sejarah Silat Sabeni oleh Bapak Roni Adi. Di akhir kegiatan, siswa dan siswi turut diajak untuk ikut serta dalam permainan game yang terinspirasi dari Silat Sabeni dan sungai-sungai yang mengaliri DKI Jakarta. Pendekatan ini dimaksudkan agar siswa dan siswi yang terlibat dapat memahami materi yang baru dengan menyenangkan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan terkait seni pertunjukan Silat Sabeni sebagai warisan budaya Betawi di Tanah Abang dapat menjadi suatu pengetahuan umum bagi masyarakat sekitarnya.





