Ndoro SNK : Bangun Kegigihan Milllenia Dalam Menegakkan Adat, Lestarikan Budaya Menjunjung Tinggi Tradisi Peninggalan Leluhur

PENJURU.ID I Kartasura – Jalma Limpat merupakan salah satu ranah keilmuan spiritual Jawa, berbasiskan bahasa kuno, metode pendidikan jenius yang diwariskan oleh Leluhur untuk generasi. Genre kalimatnya termasuk Basa Rinengga, maksudnya Jalma Limpat pada susunan katanya teramat spektakuler jika dimengerti arti serta kajian filosofinya.

Setara keindahannya dengan susunan warna pelangi, meski sekejap namun berbekas.

“Jalma secara solid diterjemahkan manusia. Tapi kedudukan kata Jalma oleh Leluhur tidak kemudian hanya dipahami pada batasan pengartian manusia belaka, namun Jalma adalah derajat kemakhlukan yang dititahkan dan diperhambakan oleh Sang Amurba Rat dipelataran bumi”, kata Sri Natendra Kalaseba saat di konfirmasi penjuru.id Senin, (26/04) melalui sambungan telephone.

“Jalma tak berwujud namun diwujudkan, tak hidup namun dihidupkan, tak punya kekuatan namun diberi pada dirinya kekuatan oleh Sang Panata Jagat Gusti Allah Kang Esa”, tegas Ndoro SNK.

Derajat Jalma selalu presisi dengan ketitahan, perasaan utuh sebagai yang dicipta, pengakuan terhadap Penguasa Sejati, sejak dilahirkan hingga lenyap dari dunia, menuju antah berantah. Ini adalah pengejawantahan bahwa kamu bukan siapa-siapa tanpa peran-Nya, Hyang Agung. Maka rendah hatilah, jangan gelap mata, aja adigang adigung adiguno. Sombong itu kebutaan diri! Jadilah Jalma untuk dan atas dirimu sendiri.

Hanya Jalma saja yang cerdas dan berhasil mendudukkan jiwa pada nilai-nilai kerohanian yang hakiki, sebagai Kawula yang benar-benar ngawula pada Gusti. Gelar yang di dapat adalah Limpat, yakni kasampurnan urip. Sehingga bersemayam pada dirinya hal-hal yang menakjubkan alias digdhaya.

Saking digdhayanya, dia paham tanpa perlu penjelasan, dia mengerti tanpa perlu diterangkan, dia dapat mengetahui hal-hal yang tak masuk akal, tidak gegabah asal bersikap, tidak arogan asal bicara. Sudah menep jadi manusia, sudah khatam mengenali dirinya, kakinya tampak di bumi namun sesungguhnya jiwanya di langit. Manusia bukan sembarang manusia.

“Tidak ada satupun yang bersedia menerima upah dalam penggarapan video klip Jalma Limpat”, imbuhnya.

Ndoro SNK memaparkan, saat mengaransemen musik sampai rekaman, semua secara sukarela bahu membahu memberikan yang terbaik. Tanpa berpikir tentang bayaran.

Tahu kenapa? Karena lagu Jalma Limpat tidak tentang mencari sensasi, ini tidak bisnis, semua dipersembahkan untuk para generasi Trah Jawa sehingga kembali bergelora menegakkan adat, melestarikan budaya, menjunjung tinggi tradisi.

Milenia yang dipercaya oleh Sri Natendra Kalaseba Pencipta Kidung Wahyu Kalaseba untuk membawakan lagu Jalma Limpat. Mereka sudah menyelesaikan shooting video klip di beberapa tempat di Kota Solo berjalan dengan lancar dan sukses.

Lagu Jalma Limpat sudah di release pada Minggu (11/4) sekitar Pukul 20:00 WIB, musik dan intonasi vocalnya bergenre Hip Hop Rock Jawa. Walau demikian lirik-liriknya sebagian besar berisikan pitutur luhur, gelora semangat Ke-Nusantaraan dan diselipkan bacaan mantra-mantra Jawa.

Lagu Jalma Limpat merupakan salah satu karya Pencipta Kidung Wahyu Kalaseba yang memiliki harapan semoga lagu ini mampu membangun kegigihan para Milenia dalam menegakkan adat, melestarikan budaya serta menjunjung tinggi tradisi peninggalan Leluhur.

Sri Narendra Kalaseba yang akrab disapa penggemarnya dengan sebutan Ndara SNK, selama masa Pandemi memang aktif mengadakan pergerakan merekrut para Milenia. Mereka dibina dan dikembangkan potensinya, sekaligus dibentuk sebagai generasi yang tak hilang Jawanya.

“Kami optimis lagu Jalma Limpat akan menusuk relung jiwa paling dalam Memayu Hayuning Bawana , Manusia Bukan Sembarang Manusia itu Intinya! “, pungkas Ndoro SNK .(Adi/Red)

Pos terkait