PENJURU.ID | Tangerang – Dalam sel tahanan dimana narapidana Cai Changpan kabur, terdapat lubang sedalam 3 meter yang menembus gorong-gorong di luar lapas tetapi tidak ditemukan bekas galian. Selain itu, pecahan keramik di titik awal penggalian yang seharusnya berada di dalam sel tahanan Cai Changpan juga tidak ditemukan.
“Tidak mungkin kalau orang menggali tanahnya nggak ada, tidak mungkin orang memecahkan keramik, keramiknya tidak ditemukan,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond Junaidi Mahesa dalam video yang diunggah dalam YouTube Kompastv, Kamis (24/09/2020).
Selama inspeksi mendadak ke Lapas Kelas 1A, Tangerang, Banten, pasca kaburnya terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok, Cai Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni, menyembunyikan tanda-tanda galiannya dengan memakan tanah.
“Itu nggak masuk akal, jadi menggali 3 meter kebawah perlu berapa tanah (harus dibuang). Jadi kayak manusia cacing ini sebenarnya, tanahnya dimakan,” kata ia.
Kombes Pol, Yusri Yunus menyatakan bahwa Cai Changpan telah merencanakan kabur sekitar 6 bulan yang lalu.
“Indikasi dari keterangan awal teman yang bersangkutan bahwa dia sudah melakukan sekitar 5 atau 6 bulan menggali itu dengan menggunakan alat yang sudah kita sita,” kata Yusri.
Rencananya akhirnya berbuah hasil saat Cai Changpan melarikan diri pada 14 September 2020 sekira pukul 02.30 WIB dini hari dan tidak diketahui sampai 18 September 2020. Ia terekam kamera CCTV, dimana Cai Changpan keluar dari selokan sebelum kabur berjalan kaki.
Alat-alat menggali lubang yang dipakai Cai Changpan berasal dari pembangunan dapur dekat sel penjaranya
Ini kedua kalinya narapidana berasal dari Tiongkok kabur dari penjara. Pertama kali dari Rutan Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur.dengan melubangi kamar mandi pada 24 Januari 2017.





