Managemen SMPN 3 Cilegon Gerlar Workshop Asesmen Kompetensi Minimum, Demi Mengoptimalkan Satuan Pendidikan

PENJURU.ID | Cilegon – Demi mengoptimalkan implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di kota Cilegon. Management Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 kota Cilegon menyelenggarakan workshop Asesmen Kompetensi minimum.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan kota Cilegon yang di hubungi awak media melalui telepon seluler mengatakan bahwa peranan satuan pendidikan harus siap dalam menghadapi asesmen kompetensi minimun.

“Asesmen dilakukan untuk pemetaan mutu pendidikan pada semua sekolah, madrasah, serta program kesetaraan jenjang dasar dan menengah,” ungkap Drs H Ismatullah, M.Pd.

Lanjut, Kadis Pendidikan kota Cilegon bahwa Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Yang mengikuti asesmen adalah murid. Survey Karakter mengukur sikap, kebiasaan, nilai nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif. Adapun mengikuti survey adalah murid,guru,kepala satuan pendidikan dan survey Lingkungan Belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

H. Ismatullah menerangkan bahwa standar Asesmen Nasional dilaksanakan menggunakan komputer dan secara daring alias online. Murid mengerjakan pada sesi dengan jadwal yang ditentukan dan dengan diawasi. Sedangkan Guru dan kepala satuan pendidikan mengerjakan survei secara mandiri dengan periode waktu yang cukup panjang.

“Untuk jenjang SD/MI, di hari pertama Asesmen Nasional dilakukan tes literasi 75 menit dan survey karakter 20 menit. Hari kedua dilakukan tes numerasi 75 menit dan Survey Lingkungan Belajar 20 menit. Untuk jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, di hari pertama dilakukan tes literasi 90 menit dan Survey Karakter 30 menit. Hari kedua, tes numerasi 90 menit dan Survey Lingkungan Belajar 30 menit,” terangnya.

Sementara itu kepala sekolah SMPN 3 Culegon Drs. Didin Haerudin melaui wakil kurikulim Yosie Kristin Pandriyani, M.Pd mengatakan bahwa Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang di hadiri 46 peserta di aula gedung SMPN 3 Cilegon. Selasa (17/11/20).

Lanjut, Yosie menerangkan bahwa asesmen Kopentensi minimum adalah kesiapan untuk siswa menghadapi penilaian yang di lakukan pemerintah pusat.

“AKM nanti penilaiannya pengukuran kinerja satuan pendidikan dan nasional, jadi AKM ini tidak mengukur konten materi pelajaran mereka (murid_red),” ungkapnya

Harapanny dengan adanya workshop AKM satuan pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah dan siswa mendapatkan nilai terbaik adalam Asesmen Kompetensi Minimum Nasional.

Pos terkait