Korban Eksekusi Tanah Di Maros Meminta PT. KAI Jangan Mematikan Usahanya

PENJURU.ID|MAKASSAR– Beredar video Eksekusi lahan Rel Kereta Api di Kabupaten Maros mendapat protes oleh pemilik lahan,dalam video itu terlihat seorang ibu memohon kepada petugas keamanan untuk tidak menggarap lahannya sebelum di bayar pada Senin siang, (20/12/2021).

“Ya Allah lahanta di kerja baru belumpi dibayar, suruh berhenti dulu itu pak (Alat Berat – red) ini sementara dalam pengurusan suruh berhenti pak” keluh wanita berbaju merah itu.

Pemilik lahan tersebut diketahui bernama ‘Hajja Joharniati’ Saat awak media mengkonfirmasi Anak pemilik lahan ‘Nurul Hidayah’ ia mengatakan bahwa lahan kami di eksekusi tapi belum di bayar sama pihak PT. KAI, ia mengatakan tidak pernah menolak pembangunan rel kereta api,yang ia tolak harganya yang sangat tidak layak.

Pembebasan lahan kereta api pak, lahan kami dieksekusi secara paksa, lahan kami belum dibayar tapi sudah dieksekusi yang mengeksekusi itu aparat TNI yang bersenjata lengkap.

“Kami para warga tidak pernah menolak yang kami tolak itu harganya yang sangat tidak layak, sampai sekarang ini kami belum dapat kejelasan
karena belum ada aparat setempat yg mau menolong kami, keluh Nurul kepada media,Sabtu, (25/12/2021).

Hasil pantaun media lokasi lahan yang di eksekusi berada di Jalan Ongkoe Desa Tellumpoccoe Kecamatan Marusu Kabupaten Maros tepat di belakang Bandara lama.

Nurul melanjutkan bahwa pernah DPRD menjanjikan akan di buat pansus tetapi sampai sekarang belum ada kelanjutan terkait pansus tersebut.

“DPRD pak kemarin sudah di janji mau dipansus kan tapi sampe sekarang tidak ada berita lagi, saya ini kodong (kasihan) dirugikan sampai milyaran rupiah gara – gara proyek ini, baru yang bikin sedih tidak ada pak Pemerintah setempat bantu kami mereka tutup mata tutup telinga. Bayangkan sudah 10 hari berjalan eksekusi tidak ada pemerintah setempat yg datang melihat kami keluhan – nya lagi pada media.

“Ia Melanjutkan kemarin itu mamaku juga sudah beberapa kali dipanggil sama pihak kereta api Sudah dijanji bahwa kami ini akan dibantu Karena kasusnya lain,tapi sampai sekarang tidak ada yang ditepati.” tegasnya.

“Kami hanya dijanji saja,sampai akhirnya lahan kami ini digusur tidak ada penyelesaian sama sekali, Jd kami bingung harus mengadu kemana lagi” ucapnya.

“Kerugian yang dialami pihaknya mencapai milyaran rupiah, dan utang yang dia akan tanggung karena telah mengambil pinjaman kepada pihak perbankan.” imbuh Nurul.

“Perencanaan 74 unit bangunan sudah dibiayai sama bank BTN syariah ,uang muka juga sudah kita ambil dari user,belum lagi kerugian dari bangunan yang dirobohkan perumahan saya pak sudah 5 tahun dirugikan rel kereta api, saya dililit hutang milyaran rupiah.

Karena lahan perumahan saya sudah dibiayai sama bank BTN sekitar 4,8 M,belum DP DP user saya sekitar 1,8 M.

Biaya bahan bangunan tukang dan pemecahan sertifikat, Kami disini tidak menuntut keuntungan kami hanya meminta tolong pemerintah perhatikan usaha kami Usaha kami betul betul dimatikan, kami selalu di caci maki user Karena meminta pengembalian dana.

Kasihan kami ini rakyat kecil nama perusahaan kami cacat di bank Karena tidak bisa membayar hutang coba ratusan juta mungkin saya iklaskan” beber nya .

Terpisah saat dikonfirmasi Camat Marusu mengatakan ia baru menjabat menjadi Camat jadi kalau persoalan kereta api pihaknya belum bisa berkomentar lebih jauh karena.

Camat Marusu memaparkan sudah ada beberapa media tadi itu tapi saya kasikasih tau,kalau terkait PT. KAI tidak bisa kami berkomentar, karena kan saya tidak tau menahu, baru berapa bulan kodong (kasihan) jadi camat, terkait ketidak terimaan mengenai harga ya kami tidak tau karena kan ada tim apresial.

Kami ini pemerintah desa dan camat sepakat bahwa itu bukan ranah kami, bukan kewenangan kami disamping itu beliau – beliau itu masyarakat kita jadi bagaimana mencari yang terbaiklah, tegas Camat Marusu.

Informasi yang di himpun media bahwa lahan yang terkena jalur kereta api tersebut merupakan kawasan perumahan yang harga lahan sudah tergolong mahal.

Sampai berita ini di turunkan media masih mencoba mengkonfirmasi pihak PT. KAI dan pihak – pihak terkait dalam proyek itu. (Taufik/Adi)

Pos terkait