PENJURU.ID | Probolinggo – Tingginya intesitas curah hujan yang tinggi didaerah pegunungan tepatnya arah wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat akses jalan dari Probolinggo menuju taman wisata nasional tersebut tersebut sempat tersendat akibat tanah longsor.
Kejadian bencana longsor tersebut berada di Dusun Jurang Jontro Desa Wonokerto Kabupaten Probolinggo seusau diguyur hujan lebat. Sabtu (26/11/2022) malam.
Untuk menangani kejadian ini, anggota TNI-AD dari Koramil 0820/08 Sukapura mendapatkan informasi pada malam hari sekira pukul 22.00 WIB dan langsung gerak cepat atasi bencana longsor yang terjadi dengan meneruskan informasi tersebut ke Forkopimcam setempat untuk keperluan bantuan alat berat sehingga mempermudah akses untuk mempercepat pembukaan jalan jalur wisata Gunung Bromo.
Serka Widodo mengatakan kejadian longsor ini berada pada permukaan tebing dari ketinggian 25 meter dengan lebar 10 meter sehingga material tanah menutupi akses jalan menuju tempat wisata TNBTS sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Akses jalan tertutup oleh longsoran tanah dari permukaan tebing – tebing di ketinggian 25 meter dengan lebar 10 meter. Penanganan tanggap bencana sudah kami lakukan dengan cara pembersihan material tanah longsor dengan alat seadanya bersama Tagana, Anggota Polsek Sukapura serta masyarakat desa Wonokerto,” Terangnya.
Wilayah Probolinggo khususnya Sukapura ini, Lanjut Serka Widodo sering terjadi tanah longsor disaat hujan dengan intensitas tinggi. Selain mengakibatkan tanah longsor juga mengakibatkan arus lalin tersendat menuju dan dari wisata gunung bromo.
“Seusai dilakukan pembersihan area longsor dengan alat seadanya, kini akses jalan sudah bisa dilalui dengan system buka tutup (bergantian) sehingga akses jalan menuju gunung bromo baik dengan roda 2 maupun roda 4 sudah dapat melintas dikawasan ini,” Pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum adanya alat berat dari Pemkab Probolinggo untuk membersihkan material tanah yang menimbun setengah badan jalan desa menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dan dihimbau kepada wisatawan agar tetep waspada dan hati – hati disaat terjadi hujan lebat.
(Prasojo)





