KEKERASAN TERHADAP SANTRI PONPES MADINAH KARYA TANI LAMTIM

Penjuru.id | Lampung timur – Citra sistem pendidikan berbasis pondok pesantren (ponpes) kembali tercoreng.

Di kabupaten Lampung Timur, Lampung, kasus kekerasan terhadap salah satu santri mencuat di ponpes Madinah kecematan Labuhan Maringgai.

Ponpes Madinah ini jadi tempat kekerasan fisik terhadap MWP, salah satu santri.

MWP yang masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas 3 Mts diduga mengalami penganiyaan yang mengarah pada penyiksaan.

Kasus ini diketahui setelah dua (2) hari kejadian, karena korban menelpon orang tua (ZM).

Ironisnya, kasus ini diketahui banyak orang di lingkungan ponpes.

ZM mengatakan kekerasan terhadap anaknya baru di ketahui setelah 2 hari setelah kekerasan terjadi saat dirinya mendapat telpon dari MWP.

Kepada ZM, MWP meminta dengan nada memaksa untuk dijemput ke asrama ponpes tanpa mau menceritakan alasannya.

“Saat itu anak saya menangis minta di jemput. Katanya dia tidak mau tau harus dijemput saat itu juga”. Ujar ZM, jum’at (29/7).

Setibanya di ponpes lanjut ZM dirinya kaget mendapati tangan MWP bengkak kiri kanan dan tak terurus.

Awalnya MWP enggan terbuka dan hanya mengaku terjungkal.

Setelah dipaksa untuk menceritakan semuanya, barulah MWP mengaku mengalami kekerasan yang di alaminya di ponpes.

(BURHAN)

 

 

Pos terkait