Kebakaran Blok Pengol, Polres Probolinggo Perketat Patroli dan Pantau Akses Wisata Gunung Bromo

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Pengol, menjadi perhatian jajaran Polres Probolinggo. Sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jumat (11/9/2026).

Peningkatan patroli dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali sekaligus mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan yang masih terdampak kebakaran.

Blok Pengol menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian petugas karena kawasan tersebut terdampak kebakaran. Kondisi itu membuat akses menuju sejumlah area perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Probolinggo tidak hanya melakukan pemantauan situasi. Petugas juga memeriksa akses menuju kawasan yang untuk sementara waktu ditutup akibat kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketentuan penutupan kawasan dapat berjalan dengan baik. Terlebih, proses penanganan kebakaran masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, patroli di kawasan Gunung Bromo merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan wisatawan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa penutupan kawasan bukan semata-mata pembatasan aktivitas wisata. Kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan pengunjung dan penanganan kawasan yang terdampak kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi ketentuan penutupan kawasan yang telah dikeluarkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar AKBP Rizki.

Kapolres menambahkan, kepatuhan terhadap penutupan kawasan sangat penting selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Wisatawan diharapkan tidak mengambil risiko dengan memasuki area yang masih dinyatakan tertutup.

Penutupan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan kebakaran tanpa terganggu aktivitas wisatawan.

“Jangan memaksakan diri masuk ke area yang masih ditutup karena hal tersebut berkaitan dengan keselamatan bersama,” tegas AKBP Rizki.

Dalam pelaksanaan patroli, personel juga memberikan imbauan secara langsung kepada wisatawan. Pendekatan dilakukan secara humanis agar informasi mengenai kondisi kawasan dan penutupan akses dapat diterima dengan baik.

Petugas juga mengantisipasi kemungkinan adanya wisatawan yang belum mengetahui kebijakan penutupan kawasan. Mereka diberikan penjelasan mengenai area yang masih dapat dikunjungi maupun lokasi yang untuk sementara tidak dapat diakses.

Selain wisatawan, pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan wisata juga menjadi bagian dari sasaran edukasi kepolisian.

Polres Probolinggo berharap seluruh pihak dapat memahami situasi yang sedang terjadi di kawasan Bromo. Keamanan pengunjung dan kelancaran proses penanganan kebakaran menjadi prioritas selama kondisi belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Patroli juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk memantau perkembangan situasi di sekitar akses wisata. Apabila ditemukan adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan pengunjung, petugas akan memberikan imbauan dan mengambil langkah sesuai ketentuan.

Kepolisian mengingatkan bahwa kawasan wisata Gunung Bromo memiliki kondisi lingkungan yang perlu dijaga bersama. Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan risiko kebakaran maupun memperburuk kondisi kawasan.

Polres Probolinggo juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas mengenai kondisi kawasan. Informasi mengenai pembukaan maupun penutupan akses wisata hendaknya mengacu pada ketentuan resmi dari pengelola kawasan.

Di tengah penanganan kebakaran, sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan, masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan dinilai sangat diperlukan. Kesadaran untuk mematuhi pembatasan akses menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap proses penanganan di lapangan.

Dengan patroli yang ditingkatkan, Polres Probolinggo memastikan kawasan yang terdampak kebakaran tetap mendapatkan pengawasan. Langkah tersebut sekaligus untuk menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo tetap kondusif.

Polres Probolinggo menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Karena itu, wisatawan maupun masyarakat diminta bersabar dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang masih ditutup hingga dinyatakan aman dan dapat kembali dibuka oleh pihak berwenang. (Prasojo)

Pos terkait