Kasatbinmas Polresta Probolinggo Gelar Jum’ at Curhat Dengan Masyarakat

PENJURU.ID | Probolinggo – Program Jumat Curhat merupakan bentuk interaksi secara langsung instansi Polri dengan masyarakat untuk mendengarkan saran, kritikan, masukan serta aduan masyarakat.

Jumat Curhat sendiri merupakan program prioritas dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dilaksanakan dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek dan juga merupakan program lanjutan Quick Wins Presisi.

Seperti halnya yang terlihat di kediaman Ketua RW 04 Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, sejumlah 54 warga hadir menyampaikan aspirasi serta keluhannya dalam kegiatan jum’at curhat yang digelar oleh Polres Probolinggo Kota, salah satunya terkait issue hoax penculikan anak yang tengah meresahkan masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani S.H.,S.I.K melalui Kasatbinmas Iptu M. Imam Safi’i, SH menyarankan agar masyarakat tidak resah namun harus selalu tetap waspada dan jangan lengah pasalnya banyak berita hoax yang beredar dimasyarakat tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya dan Kerapkali dikaitkan dengan peristiwa dengan isu penculikan anak.

“Informasi yang diterima jangan langsung disimpulkan sepihak tanpa adanya klarifikasi pihak terkait utamanya pada kepolisian, banyak informasi yang beredar di media sosial terkait penculikan anak namun ternyata itu tidak benar seperti halnya yang terjadi di Perum Kopian kemarin ternyata hoax,” bebernya kepada masyarakat, Jum’at (03/02/2023) pagi.

Imam berpesan agar masyarakat selalu memberikan pengertian terhadap anak-anaknya untuk tidak sembarangan berkomunikasi dengan orang asing tak dikenal apalagi sampai diajak orang tersebut dengan iming-imingan tertentu.

“Jika ada gerak gerik yang mencurigakan segera laporkan kepada kami melalui Polsek setempat atau bisa juga melalui Bhabinkamtibmas agar masyarakat tidak resah,” pesannya.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Pakistaji, Bripka Andrik Dwi Prasetyo, S.H akan gencar melakukan kunjungan ke sekolah – sekolah untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan diwilayah binaannya.

“Kami akan selalu mengunjungi lembaga pendidikan maupun perkumpulan masyarakat untuk melakukan pendekatan bersosialisasi agar berita hoax yang terjadi di dunia maya tidak ditelan mentah-mentah,” pungkasnya.

(Prasojo)

Pos terkait