PENJURU.ID | Probolinggo – Jembatan gantung penghubung dua desa di Kabupaten Probolinggo putus pada Jumat, (09/09/2022). saat itu tengah lewat puluhan pelajar yang akibatnya terjatuh ke bawah sungai hingga membuat luka-luka.
Jembatan putus tersebut, berada di desa Kregenan, yang menghubungkan dua desa yakni Desa Kapasan Kecamatan Pajarakan dan Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan. Saat kejadian, puluhan pelajar SMPN 1 Pajarakan, tengah jalan sehat.
Jembatan yang diduga lapuk itu, akhirnya ambrol. Sehingga, pelajar yang melintas ikut terjatuh ke sungai dengan ketinggian sekitar 7 meter.
Kurang lebih 36 korban yang jatuh. Dari beberapa korban itu, ada yang dirujuk ke Puskesmas Pajarakan dan RS Waluyo Djati, Kraksaan.
Warga yang saat itu melintas, Ahmad mengatakan ia saat itu hendak ke rumah saudara. Namun mendengar suara gemuruh dan teriakan.
“Awalnya kaget kok ada teriakan dan suara kayak gemuruh gitu. Ternyata jembatan nya putus, akhirnya saya berhenti dan banyak warga hendak menolong,” ucapnya.
Menurut Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan pulang dari kegiatan Hari Olahraga di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Akibatnya, beberapa pelajar yang saat itu melintas pun ikut jatuh saat jembatan ambrol. Saat ini, mereka sudah mendapat perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
“Ada 14 orang yang dirujuk ke rumah sakit dengan luka ringan. Yang selebihnya boleh pulang dan sudah dibawa pulang oleh orang tuanya,” pungkas Eko.
(Prasojo)





