Jelang Ramadhan, Kasus Covid di Kota Solok Terus Bertambah

SOLOK KOTA –   Hitungan hari lagi akan memasukin bulan suci Ramadhan. Kasus Covid-19 di Kota Solok masih terus bertambah. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim oleh Posko Covid-19 Banda Panduang ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, 13 orang warga Kota Solok dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut keterangan Sekretaris Daerah Kota Solok Drs.H.Syaiful A, M.Si selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok, Sumatera Barat, Kamis, 8 April 2021, setelah dilakukan tracing dan tracking oleh tim Surveilans, diketahui bahwa ketiga belas orang tersebut saat ini telah menjalani isolasi mandiri.

Melihat kondisi ini, Sekda Kota Solok Syaiful mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar rumah, di lingkungan pekerjaan maupun di tempat keramaian.

“Apalagi saat ini cluster keluarga cukup mendominasi penambahan kasus terkonfirmasi positif, ” imbuhnya.

Atas nama Pemerintah Daerah setempat, Syaiful juga mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga imunitas/daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, makan makanan bergizi, istirahat yang cukup serta ikuti anjuran pemerintah. Terlebih akan memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H, yang diharapkan semua dapat menjalankan ibadah puasa bersama anggota keluarga dalam keadaan sehat.

“Kita sama-sama berdo’a agar tidak ada keluarga kita yang tidak dapat bersama dikarenakan mesti diisolasi maupun dirawat karena terpapar Covid-19. Selain itu, juga do’akan saudara-saudara kita pasien terkonfirmasi positif agar segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” tuturnya.

Dengan penambahan tersebut, jumlah total warga Kota Solok terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 832 orang, dan telah sembuh 751 orang. Sisanya, dirawat di RSUD M Natsir 4 orang, dirawat di RST 3 orang, dirawat di RSUP M Jamil 1 orang, dirawat di SPH 1 orang, menjalani isolasi mandiri 55 orang, dan meninggal dunia 17 orang.  (Amel)

Pos terkait