Jelang Nataru, Satlantas Polresta Probolinggo bersama TNI dan Dishub gelar Operasi Gabungan

PENJURU.ID | Probolinggo – Satlantas Polresta Probolinggo, Jelang natal Dan Tahun Baru Nataru Gelar Operasi Gabungan Bersama TNI Dan Dinas perhubungan. kamis 16/12/21.

Giat Operasi yang berjalan Kurang Lebih tiga jam, banyak menindak Puluhan kendaraan R2 yang rata rata pelanggar lalu lintas yang terjaring dari motor, mobil, serta  truk, Puluhan Sepeda Motor terjaring giat operasi Nataru ini Dan pelanggar tidak dapat menunjukan Surat kelengkapan berkendara, Seperti Sim dan Stnk bahkan pelanggar tidak memakai Helm juga Sepeda motor tidak Standart dari hasil Operasi gabungan yang melibatkan Dishub dan TNI ini bertujuan Untuk keamanan di jalan raya Untuk Mengurangi Tindak Kriminal Dan Angka Kecelakaan menjelang Natal dan tahun baru.

Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah.melalui kanit Patroli IPDA Tohari SH Ia mengatakan, berdasar data November dan awal Desember 2021, personel telah melakukan penilangan kendaraan pelanggar lalu lintas Dan Untuk Giat Operasi Nataru Pagi ini, di jalan mastrip Depan Gor Kedopok
tetap masih banyak menindak pelanggar Dan alhasil Puluhan Sepeda motor Terjaring.

Operasi Gabungan yang Melibatkan TNI dan Dishub ini Bertujuan pengamanan Jalan Untuk mengurangi Angka laka .Dan ketertiban Menjelang Nataru
Ucap kanit patroli .

Kanit Patroli Juga menyebutkan gencarnya giat operasi Dan patroli juga Hunting Sistem ini dilakukan untuk mengantisipasi padatnya kendaraan atau kemacetan di jalur pantura.Yakni titik lokasi Jalan Soekarno-Hatta dan Panglima Sudirman, jalur protokol di wilayah Kota Probolinggo Jalur Selatan Juga Jalur menuju Situbondo-Bali.
Selain itu, tindakan preemtif dan preventif dilakukan untuk pencegahan kecelakaan, trouble spot, black spot, dan kerumunan. Bahkan, pihaknya juga melakukan penindakan tilang bagi truk dan bus yang masuk dan menerobos jalan protokol di Kota Probolinggo.

“Merupakan upaya kami untuk memaksimalkan kegiatan dalam pelanggaran lalu lintas sesuai konsep transformasi Polri yang Presisi. Yakni prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan yang dicetuskan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo,” tambah Ipda. Tohari.

Konsep transformasi Polri yang Presisi hadir melalui penekanan pada upaya pendekatan pemolisian yang prediktif. Diharapkan bisa membangun kejelasan dari setiap permasalahan keamanan dalam menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat.

(Prasojo)

Pos terkait