Jejak Masalah di Dapur MBG Tarowang: Setelah Nasi Basi, Kini Telur Puyuh Busuk

PENJURU.ID | Jeneponto – Program Makanan Bergizi (MBG) di Kecamatan Tarowang kembali menuai sorotan. Setelah kasus temuan nasi basi di salah satu sekolah dasar beberapa bulan lalu, kini dapur MBG milik Yayasan Tangan Fatima Bekerja yang berlokasi di Dusun Tanggakan, Desa Tarowang, kembali dipersoalkan.

Kali ini, sejumlah sekolah dikabarkan menerima telur puyuh dalam kondisi busuk pada menu MBG yang didistribusikan kepada siswa di antaranya, MTs Al-Basir Tanggakang, UPT SD 18 Bonto Baru, TK Bontorappo dan SD Bontorappo.

Salah satu kepala sekolah yang dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp membenarkan adanya telur puyuh busuk dalam sajian MBG.

“Iya pak ada memang telur puyuh busuk, bahkan anak saya juga yang sekolah di SD Bontorappo sempat bawa pulang kerumah telur puyuh dan setelah ia buka ternyata busuk juga, menu yang lain bagusjia pak” terang Kepsek TK Bontorappo.

Hal serupa juga disampaikan Kepsek UPT SD 18 Bontobaru, Hj. Jumrah chat WhatsAppnya. “Iye… bau ki memang, karena diisi dalam plastik. Jadi pas dibuka langsung keluar baunya,” ujar lewat chatingan WhatsApp, Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 10.58 Wita.

Keluhan serupa juga disampaikan kepala sekolah lainnya yang mengaku hanya telur puyuh pada menu MBG hari itu yang rusak, sementara lauk lain masih layak konsumsi.

Temuan terbaru ini semakin mempertegas dugaan lemahnya standar pengolahan dan distribusi di dapur MBG yang dikelola Yayasan Tangan Fatima Bekerja.

Sejumlah praktisi hukum dan pemerhati pendidikan pun mendesak kementerian terkait untuk segera turun tangan. Mereka menilai penyedia tidak mampu memastikan kualitas makanan yang seharusnya menjadi bagian dari upaya peningkatan gizi siswa.

“Fakta temuan berulang menunjukkan pengelola dapur MBG tidak becus menjalankan tanggung jawabnya. Ini berdampak langsung pada kualitas gizi anak dan jauh dari sasaran program MBG,” tegas salah satu praktisi hukum.

Publik kini menunggu langkah tegas pihak terkait untuk mengevaluasi, bahkan mencopot pihak penyedia apabila terbukti lalai dan merugikan peserta didik.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum sempat melakukan konfirmasi kepada pihak Yayasan Tangan Fatima Bekerja untuk mendapatkan klarifikasi resmi atas temuan telur puyuh busuk di sejumlah sekolah tersebut.

Pos terkait