PENJURU. ID | Jeneponto – Sanggar Seni adalah suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang untuk berkegiatan seni seperti seni tari, seni lukis, seni Musik atau Tradisi, seni Sastra menyangkut puisi dan beberapa seni lainnya.
Kegiatan yang ada dalam sebuah sanggar seni berupa kegiatan pembelajaran tentang seni, yang meliputi proses dari pembelajaran, penciptaan hingga produksi dan semua proses hampir sebagian besar dilakukan di dalam sanggar (tergantung ada tidaknya fasilitas dalam sanggar), apabila karya seni yang dihasilkan bersifat seni pertunjukan (Tradisi, musik dan Sastra) maka proses akhir adalah pementasan.

Terbentuknya suatu Sanggar seni di Kecamatan Turatea kabupaten Jeneponto, Berawal Pemuda-Pemudi Desa Bontomate’ne dengan sendirinya Berinovatif membangun komunitas Sanggar Seni Beringin (SSB) hingga di support Pemdes Bontomate’ne.
Salah satu Pemuda asal Dusun Bungung Barana Desa Bontomate’ne, Herman saputra (Ketua SSB) bersama teman-temannya diawal merancang komunitas SSB menurutnya untuk dijadikan wadah bagi pemuda pemudi Bontomate’ne kedepannya.

“Kami sendiri berinovatif untuk membangun SSB ini untuk dijadiian wadah bagi para pemuda dan pemudi lebih berguna dalam kesehariannya dan yang paling utama tujuan kami untuk mengurangi sifat jiwa muda yang bersifat negatif ditengah tengah zaman tekhnologi digital yang begitu canggih dimasa ini untuk menjadikan nilai positif bagi pemuda dimasa sekarang dan yang akan datang.”kata Herman Saputra
Adanya support oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bontomate’ne dengan menindak lanjuti pembentukan panitia Sanggar Seni Beringin (SSB) ditahun 2020 lalu, kemudian di lanjutkan dengan pelantikan pada Rabu 10 Februari 2021 beberapa hari lalu.
Ketua Sanggar Seni Beringin Desa Bontomate’ne, Herman Saputra dalam hal ini memberikan Apresiasi dan ucapan Terima kasih kepada Kepala Desa dengan support nya memberikan bantuan pasilitas Seni yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan baik dalam Desa maupun diluar desa.

“Tentunya kami sebagai pemuda yang ingin mewujudkan suatu Komunitas dan adanya Support Kepala Desa, tentunya kami berikan Apresiasi serta ucapan Terima kasih dengan adanya partisipasi Kepala Desa Bontomate’ne berupa Gendang, Gitar dan Suling yang sudah sering kali kami gunakan di acara dan beberapa pestipal didalam desa maupun diluar desa”ujarnya
Lebih lanjut ia menjelaskan Seni yang paling di prioritaskan adalah Seni adat Makassar terkhusus di Kabupaten Jeneponto.

“Seni yang paling kami prioritaskan yaitu tradisi dimana seni ini memperlajari lebih dalam adat-adat dan budaya yang ada di jeneponto diantaranya Gangrang angngaru yang sudah sering kami lakukan disaat acara perkawinan.” jelas Herman Saputra
Penulis: Mail





