Diskusi Warung Kopi Gagas “Jaga Indonesia”, Sikapi Situasi Bangsa Saat Ini

PENJURU.ID | Pontianak – Hasil Diskusi Warung Kopi, Tiga Tokoh Muda daerah membuat ide untuk kegiatan mengumpulkan para tokoh pemuka agama, masyarakat, paguyuban, suku/ras, adat, perwakilan- perwakilan mahsiswa, rektor-rektor  universitas serta elemen muspika dan penegak hukum untuk diskusi kebangsaan dengan tema “Mengkaji dan Tafsir Ulang Nilai-nilai Kebangsaan Dalam Perspektif akan di  Perguruan  Tinggi di Era Digital”. Pontianak Prov. Kalimantan Barat, Rabu (2/12/2020).

Diskusi kebangsaan ini insa allah akan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember beralokasi di Jalan Gajahmada Kota Pontianak Hotel Neo, dihadiri Tiga Tokoh Muda perancang pengagas soal ini diantaranya, Hefi Hendrawan,Toni Kurniawan, Jono Darsono, yang mana di fasilitasi oleh PW/NU Kalbar.

Kegiatan Diskusi Kebangsaan dengan tema “Mengkaji dan Tafsir Ulang Nilai-nilai Kebangsaan dalam Perspektif Perguruan Tinggi di Era Digital” adalah hasil dari diskusi warung kopi yang bertanya akan ke Indonesiaan kita saat yang merasa sebagai anak bangsa.

Dari beberapa kali diskusi lahirlah ide tentang akademi kebangsaan sebagai upaya penanaman rasa ke Indonesiaan kita sebagai anak bangsa terutama bagi generasi muda bangsa Indonesia.
Sebagai starting point langkah akademi kebangsaan adalah menyasar dunia perguruan tinggi yang mana notabene perguruan tinggi adalah lembaga pencetak cendekia-cendekia yang kedepannya adalah garda terdepan terhadap masa depan Indonesia bangsa tercinta kitaini.

Untuk mengeksekusi hal tersebut akhirnya kita selenggarakan kegiatan Diskusi kebangsaan dengan keynotespeed
1. Pangdam XII
Tanjungpura
2. Kapolda Kalbar
Narasumber :
1. Rektor Untan
2. Rektor UNU
3. Rektor UMM
Kegiatan ini diselenggarakan kerjasama antara PW NU, KJP dan KAMIJO, dengan pembiayaan swadaya.

Selain itu melihat situasi yg  perkembangan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara  akhir-ahkir ini lahirlah sebuah ide untk gerakan menjaga Indonesia dengan simbol #jagaIndonesia, sebagai upaya menjaga, merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memandang serta membeda-bedakan suku, ras maupun agama.

Gerakan tersebut akan di lounching pada saat kegiatan diskusi kebangsaan.
Perlu disampaikan dalam kegiatan ini pihak Polda kalbar akan mensupport. Dimana pihak Polda Kalbar melalui Dit Intelkam meminta pengajuan proposal kegiatan untuk kerjasama pada kegiatan ini. Pungkas Toni Kurniawan salah satu tokoh muda pengagas kegiatan ini kepada awak media.

(Adella)

Pos terkait