PENJURU.ID | Probolinggo – Rutan Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo dalam penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi warga binaan agar tetap dapat melanjutkan proses belajar meski sedang menjalani masa pidana. Rabu (15/04).
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menekankan bahwa pembinaan di Rutan tidak hanya berfokus pada pembentukan sikap dan kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal.
“Program pendidikan kesetaraan ini adalah bentuk komitmen kami dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan. Kami ingin mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, menyatakan bahwa sinergi antara pemasyarakatan dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program pendidikan bagi warga binaan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Rutan Kraksaan. Pendidikan adalah hak semua warga negara tanpa terkecuali, dan ini menjadi langkah penting bagi program pembinaan,” jelasnya.
Program pendidikan kesetaraan ini sebagai upaya nyata membuka akses dan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan. Diharapkan, dengan tersedianya Paket A, B, dan C, warga binaan dapat meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif. (Pras)





