Diduga Tidak Transparan dan Sarat Kepentingan, Peserta Tes Laporkan KPU Lamtim ke Bawaslu Melalui Panwascam

Surat laporan ke pengawas pemilu kecamatan.

PENJURU.ID|LAMPUNGTIMUR – Pendaftar PPK di KPU Lampung Timur merasa dizolimi, pasalnya pelaksanaan tes wawancara calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Lampung timur dinilai tidak jelas.

3 (tiga) peserta asal kecamatan Jabung yang masuk 5 besar pada tes CAT mengatakan, pelaksanaan tes wawancara yang berlangsung pada hari minggu – senin (11-13 Desember 2022), di duga hanya formalitas saja.

https://kab-lampungtimur.kpu.go.id/berita/baca/8131/pengumuman-tentang-penetapan-hasil-seleksi-panitia-pemilihan-kecamatan-untuk-pemilu-tahun-2024
  Joni urhan Ranking 1, Feri Gunawan Ranking 3, Heri Febriansyah Ranking 5, sumber:https://kab-lampungtimur.kpu.go.id/berita/baca/8131/pengumuman-tentang-penetapan-hasil-seleksi-panitia-pemilihan-kecamatan-untuk-pemilu-tahun-2024

 

Pelaksanaan test wawancara peserta telah mengikuti semua tahapan baik pendaftaran melalui Siakba KPU (Online) kemudian penyerahan Fisik Berkas dan pelaksanaan tes tertulis dengan Computer Assisted Test (CAT) pada tanggal 6 Desember 2022, hasil diumumkan saat selesai test.

“Namun sangat disayangkan dari hasil yang diperoleh peserta saat mengikuti test bukan jadi dasar utama untuk menjadi penyelenggara pemilu yang dianggap transparan,” ujarnya pada media ini, selasa (20/12/2022).

Pada saat wawancara yang dilakukan oleh komisioner kpu, peserta di ajukan pertanyaan siapa yang akan anda ajak bekerja jika anda terpilih.

“Jika anda terpilih, maka siapa saja yang akan anda ajak bekerja”. Ujar pewawancara.

 

Karena pertanyaan tersebut dianggap tendensius dan sarat dengan kepentingan kelompok, awalnya peserta enggan menyebutkan nama-nama yang ditanyakan.

“Saya insha allah bisa bekerja sama dengan siapa saja, siapa saja yang terpilih dan layak melalui seleksi ini”. Ujar salah satu peserta.

 

Lalu tanggapan dari Pewawancara mengatakan bahwa ia enggan berbibara dengan wanita.

“Makanya saya ini males ngobrol dengan cewe karna gini”. Singakatnya.

Dari pernyataan itu maka peserta menjawab dan meneyebutkan nama-nama peserta yang dikenal, dan nama-nama yang disebut kurang lebih 5, itu belum temasuk nama peserta yang di wawancara.Lalu peserta mendapatkan kata-kata yang tidak etis dari pewawancara “GUNJOGH” (TOLOL).

” GUNJOGH, ini sudah 5 nama belum termasuk nama kamu”. Ujar pewawancara.

Berikutnya dari Salah satu peserta atas nama Heri Febriyansyah diduga ditolak karena pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislalatif pada tahun 2019, padahal nama tersebut tidak terdaftar dalam sipol kpu dan juga telah di terangkan melalui surat dari partai bahwa nama tersebut bukan anggota maupun pengurus partai.

 

(SE)

 

Pos terkait