Diduga Asal Jadi, Solidaritas Wartawan Aceh Tamiang Pantau Proyek Jalan Harum Sari

Para wartawan cek langsung badan jalan yang telah rusak

PENJURU.ID | Aceh Tamiang – Para Jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Aceh Tamiang, pantau proyek pengaspalan diduga asal jadi di kecamatan Tamiang Hulu, tepatnya di badan jalan Perkebunan Pulau Tiga Kampung Harum Sari, pada Kamis (15/04/2021).

Pasalnya proyek yang telah usai pengerjaannya kurang lebih 1 tahun berlalu itu terlihat sangat menghawatirkan, pada badan jalan aspal terdapat banyak retakan, bahkan beberapa aspal telah terangkat membentuk lubang dan combong kedalam.

Badan jalan terlihat rusak dan aspal sudah pecah

Hasil pantauan dilokasi, tepatnya di kegiatan yang tertulis di plank proyek dengan judul Peningkatan jalan Kabupaten Perkebunan PPP – Harum Sari (tahap III) Kecamatan Tamiang Hulu, pekerjaan tahun anggaran 2019, nilai kontrak Rp. 4.311.234.000, nomor kontrak : 600.620/2691, pelaksana pekerjaan PT. SIS, tanggal mulai pekerjaan 1 Agustus 2019, tanggal selesai 30 Desember 2019, sumber dana Otsus pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Papan Proyek Tertulis Kegiatan peningkatan jalan perkebunan PPP – Harum Sari

M. Nur Spd. Msi, Camat Tamiang Hulu, saat ditemui awak media di kantornya mengatakan, “kondisi jalan Harum Sari, beberapa bulan diaspal, tapi sudah banyak yang hancur dan saya sudah sampaikan pada Dinas PUPR, melalui telpon, selanjutnya ada perbaikan, kini memang sudah banyak lagi yang rusak,”jelasnya.

Ianya juga lebih memperjelas bahwa terdapat kesalahan pada penulisan nama lokasi kegiatan proyek yang tertera pada papan plank tersebut.

“Untuk pekerjaan tersebut, lokasi kegiatan yang benar adalah Kampung Perkebunan Pulau Tiga, bukan PPP menuju Kampung Harum Sari Kecamatan Tamiang Hulu dan yang tertulis di plank adalah salah.”katanya

“Pekerjaan tersebut diduga tidak ada usulan lagi dalam musrenbang Kecamatan, karena bagian dari lanjutan dan pada 2021 ini ada permintaan oleh pihak Kecamatan ke pihak PU agar dibangun pengaspalan mulai dari Kampung Harum Sari,” ungkap M. Nur.

Pos terkait