Dampak La Nina, Masyarakat Indonesia Harus Lebih Waspada

Ilustrasi La Nina (Sumber: google)

PENJURU.ID | Jakarta – Kini pergantian musim hujan di Indonesia kembali dirasakan, iklim La Nina saat ini terpantau berkembang di Samudra Pasifik Ekuator dan diperkirakan akan mencapai intensitas moderate hingga akhir 2020, sehingga perlu diwaspadai dampaknya yang juga dirasakan wilayah Indonesia.

Herizal selaku Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera, ujarnya.

La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya. Diperkirakan pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Oktober saat ini, beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan, di antaranya pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, juga sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

Diharapkan para pemangku kepentingan dapat lebih optimal dalam melakukan upaya pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Peningkatan curah hujan akan terus terjadi yang disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya seperti banjir dan tanah longsor.

Masyarakat juga diimbau agar terus memantau perkembangan informasi dari media sosial info BMKG. Warga juga dapat menghubungi kantor BMKG terdekat untuk lebih antisipasi.

 

 

(Wida Deviana)

Pos terkait