PENJURU.ID|Karanganyar
Iskandar (42) warga Sanggrahan Rt 01/19 Wonorejo Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah harus menjalani hari harinya diatas tempat tidur.
Ayah dari empat orang anak penjual cilok keliling itu mengalami sakit ginjal dan harus menjalani Hemodialisa atau cuci darah rutin dua kali dalam seminggu.
Aktivitas cuci darah rutin itu wajib dijalani Iskandar ke Rumah Sakit, Aktivitas pengobatan tersebut tentunya sangat memberatkan yang bersangkutan, lantaran tidak memiliki BPJS atau KIS,dalam sekali jalan harus menghabiskan biaya yang tak sedikit.
Ketika Relawan Bebas Wonorejo Kamis (22/09/22) menyambangi rumah Iskandar tak melihat barang mewah terpajang, Kondisi rumah sederhana itu dihuni oleh Iskandar beserta anak dan istrinya.
Dalam seminggu harus rutin cuci darah ke Rumah Sakit sebanyak dua kali dengan biaya sekali cuci darah Rp.1.300.000 Sejumlah biaya yang dikeluarkan itu menguras harta benda keluarga yang dipandang sebagai kaum dhuafa tersebut.
“Iya,harus rutin cuci darah dua kali dalam seminggu, sedangkan kemarin masuk rumah sakit selama 8 hari habis biaya Rumah Sakit 30jt dan baru dibayar 14 juta,sisanya saya tinggalkan sertifikat Rumah Buat jaminan,Entah gimana cara menebusnya saya juga tidak tau,”Ucap istri Iskandar dengan Sedih.
Kondisi Iskandar dari keluarga kurang mampu tersebut mengundang rasa keprihatinan dari Relawan Bebas Wonorejo dan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Sanggrahan untuk melakukan aksi nyata dengan cara menggalang dana,dengan harapan bisa meringankan biaya pengobatan Iskandar dan memberikan support untuk kesembuhannya.
Pihak keluarga pun sangat berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dinas terkait Kabupaten Karanganyar karna beliau adalah satu satunya tulang punggung keluarga.
(Lia/Ryan)





