BUMDes Permata Sejahtera Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Dorong Ketahanan Pangan dan Perekonomian Warga Desa Jampang Bogor

PENJURU.ID|Bogor – Upaya memperkuat program ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Permata Sejahtera. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis desa dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan produktif.

Kegiatan peternakan ayam petelur itu berlokasi di Gang Masjid, Kampung Pondok, RT 05 RW 06, Desa Jampang. Sejak mulai berjalan, usaha tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi penyediaan kebutuhan pangan masyarakat maupun sebagai peluang pengembangan ekonomi desa berbasis usaha mandiri.

Pengelola peternakan, Praseta atau yang akrab disapa Jepri mengatakan, program ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk komitmen desa dalam menciptakan usaha berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, usaha peternakan tersebut saat ini terus berkembang meski masih menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pemeliharaan. Ia menjelaskan, pada tahap awal jumlah ayam petelur yang didatangkan mencapai 1.200 ekor.

“Jumlah awal ayam yang datang sebanyak 1.200 ekor, namun karena ada kematian sekarang tersisa sekitar 1.163 ekor,” ujar Jepri saat ditemui di lokasi peternakan.

Meski mengalami pengurangan jumlah populasi ayam, produksi telur yang dihasilkan hingga saat ini tetap terbilang cukup baik. Dari total ayam yang ada, peternakan mampu memproduksi sekitar 870 butir telur setiap harinya.

Produksi tersebut kemudian dipasarkan ke warung-warung yang berada di sekitar Desa Jampang dan sebagian dijual langsung kepada masyarakat setempat. Kehadiran usaha peternakan ini pun mendapat respons positif dari warga karena membantu memenuhi kebutuhan telur dengan distribusi yang lebih mudah dan harga yang stabil.

Jepri menjelaskan, usaha peternakan ayam petelur tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan akan genap memasuki usia satu tahun operasional pada Juli 2026 mendatang. Selama proses berjalan, pihak pengelola terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar hasil produksi semakin optimal.

Dalam proses pemeliharaan, kebutuhan pakan ayam menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas. Saat ini kebutuhan pakan mencapai sekitar 117 kilogram per hari dengan rata-rata konsumsi sekitar 110 gram per ekor ayam.

Selain memperhatikan kualitas dan kecukupan pakan, pengelola juga rutin melakukan perawatan kesehatan terhadap ayam petelur melalui program vaksinasi berkala guna mencegah penyakit yang dapat mengganggu produktivitas ternak.

“Vaksin sudah dilakukan empat kali dan sekarang tinggal vaksin rutin setiap 40 hari sekali,” jelasnya.

Ia menambahkan, perawatan yang konsisten menjadi salah satu kunci agar produktivitas telur tetap stabil. Dengan pemeliharaan yang baik, pihaknya berharap tingkat produksi telur dapat terus meningkat seiring bertambahnya usia dan kualitas ternak.

Untuk harga telur sendiri, saat ini berada di kisaran Rp22.800 hingga Rp23.000. Harga tersebut mengikuti kondisi pasar sekaligus mempertimbangkan biaya operasional peternakan yang terus berjalan setiap harinya.

Program ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur ini menggunakan anggaran tahun 2025 sebesar lebih dari Rp200 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional dan pengembangan usaha, mulai dari pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam petelur, pembelian pakan, obat-obatan, hingga biaya perawatan dan operasional lainnya.

BUMDes Permata Sejahtera sebagai pengelola program juga terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha agar dapat berkembang menjadi unit usaha desa yang produktif dan berdaya saing. Adapun struktur kepengurusan BUMDes Permata Sejahtera dipimpin oleh Entong Deno selaku ketua, Robert Hairudin sebagai bendahara, dan Ahmad Rifai sebagai sekretaris.

Keberadaan peternakan ayam petelur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi program ketahanan pangan semata, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Jampang di masa mendatang. Dengan potensi yang dimiliki, usaha ini dinilai dapat menjadi salah satu sumber pendapatan desa sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat lokal.

Jepri berharap, ke depan jumlah populasi ayam petelur dapat terus ditingkatkan agar hasil produksi telur semakin besar dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Harapannya ke depan usaha ini bisa berkembang, dari 1.200 ekor bisa bertambah menjadi 2.000 sampai 5.000 ekor agar manfaatnya lebih besar untuk masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur tersebut, Pemerintah Desa Jampang bersama BUMDes Permata Sejahtera optimistis program ketahanan pangan desa dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang produktif dan mandiri.

Pos terkait