AWK Layangkan Surat ke Rektor Unud Mohon Klarifikasi Terkait Pendapat Dosen Fisip Unud di Media

PENJURU.ID | DENPASAR – Video Tik Tok AWK yang dibagikan ke sejumlah group di media sosial yang menuai beragam komentar dari warganet dan setelah di cermati banyak yang bernada miring atas aksi Wedakarna alias AWK.

Pengamat sosial dari Universitas Udayana (UNUD) I Gede Kamajaya.S.Pd.,M.Si., saat di konfirmasi Lentera Esai.id pada Selasa (04/05) menyebutkan memang sah-sah saja seseorang atau pejabat publik mengekspresikan diri, namun perlu memikirkan pesan apa yang mau disampaikan lewat platform TikTok tersebut.

“Dimedia saya baca Wedakarna membuat video itu untuk mendekatkan diri pada generasi Millenial,” ujar Kamajaya.

“Apa tidak ada cara lain yang lebih edukatif partisipatif dan kritis untuk pendekatan diri kepada generasi millenial tersebut, dan kira-kira nilai apa yang hendak disampaikan Wedakarna lewat video di Tik Tok itu,” tanya Kamajaya.

Malah gak ada sama sekali nilainya, itu kenapa saya katakan kalau cara yang di lakukan Wedakarna di platform Tik-Tok kemarin itu memang tidak ada nilainya.” ujar Kamajaya Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Udayana.

Terkait komentar pengamat sosial dari Universitas Udayana (UNUD) I Gede Kamajaya. S.Pd.,M.Si., di Lentera Esai.id tersebut mendapatkan reaksi dari I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedestera Putra Suyasa yang melayangkan surat resmi berlogo DPD- MPR RI utusan Provinsi Bali.

Surat resmi dengan No.01102019/337-B.65/DPD/MPR RI/Bali/V/2021 yang ditandatangani tanggal 6 Mei 2021 dilayangkan kepada Rektor Universitas Udayana untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Selasa, 11 Mei 2021 pukul 12.00 – 13.00 WITA.

Pada point ke-2 dalam surat tersebut berisi tentang permohonan klarifikasi terkait pendapat Dosen FISIP UNUD terhadap viralnya TikTok AWK.

” Suratnya membuat saya geli sekaligus kesal, yang di katakan Pak Kamajaya itu memang benar adanya, pendekatan tersebut sangat tidak bermutu,” ujar salah satu Staff Udayana yang minta dirahasiakan identitasnya saat dikonfirmasi penjuru.id pada Senin,(10/05), melalui sambungan telephone.

” Dan wajar sebagai expert dalam bidang sosiologi beliau mengkritik, kenapa malah di surati dan minta klarifikasi,” tegasnya.

“Bapak Presiden Jokowi saja banyak dikritik tapi tetap jalan saja, kan aneh AWK malah minta klarifikasi?,” tanyanya.

“Lalu bagaimana terkait kasus terbaru saat Prof Gelgel sebagai ketua yayasan tak terima saat AWK ngaku-ngaku menjadi pembina yayasan, apakah AWK saat dimintai klarifikasi mau mengklarifikasi terkait hal tersebut?.” pungkasnya. (red)

Pos terkait