Anggota DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos Gelar Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan di Jeneponto

PENJURU. ID | Jeneponto – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PAN, Syamsuddin Karlos menggelar sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang dilaksanakan di Desa Boronglamu, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Minggu (14/03/2021).

Sosialisasi nilai-nilai Kebangsaan berlangsung 2 kali dilaksanakan, sebelumnya di Jln.Iksan Iskandar Kecamatan Binamu Jeneponto pada Sabtu 13 kemaren.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Camat Arungkeke, Pimpinan Bawaslu Jeneponto, Anggota Dewan Dari Fraksi PAN Hanapi Sewang dan beberapa Kader PAN, Tokoh Pemuda Pemudi Baik Tokoh Masyarakat maupun Agama setempat.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menggunakan masker.

Ketua Fraksi PAN DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos dalam sambutannya menyampaikan tujuan pelaksanaan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dengan tema solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Solidaritas sosial sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat sebagai nilai kebangsaan. kerena dalam kehidupan harus dilandasi dengan filosofi hidup berbangsa dan bernegara dengan mengamalkan Pancasila,” jelas Syamsuddin Karlos.

Legislator senior asal Kabupaten Jeneponto, Syamsuddin Karlos menyampaikan tujuan dari sosialisasi tentang Nilai-nilai Kebangsaan untuk kembali mengingat akan pentingnya kebersamaan.

“Tujuan dari sosialisasi ini, untuk mengembalikan dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan.” tutur Karlos

Kegiatan sosialisasi tentang Nilai-nilai Kebangsaan yang dilaksanakan di Jeneponto, Menurutnya demi menghadapi tantangan kedepan untuk mewujudkan Visi Pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat dengan memiliki rasa solidaritas dan jiwa sosial.

“Bangsa kita ini merupakan bangsa yang besar, kita harus saling menjaga, memahami, dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehipudan solidaritas sosial.”ungkap Syamsuddin Karlos.

Lebih lanjut, Legislator PAN juga mengatakan bahwa sebagian masyarakat sudah banyak yang hafal Pancasila, namun kurang memahami makna dari Pancasila.

“Demi membangun solidaritas sosial perlunya mempererat silaturahmi dengan tidak memandang suku, agama dan ras, tidak melihat minoritas dan mayoritas.”tegas Syamsuddin Karlos

Penulis: Mail

Pos terkait