AGH. H. Sulaeman Abdullah Lakukan Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes As’adiyah Bonto Manai

PENJURU. ID | Bantaeng – Peletakan batu pertama pondok pesantren As’adiyah Bonto Manai Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa (08/06/2021) pukul 10.00 Wita.

Lokasi tersebut merupakan tanah wakaf dari Almarhum H. Sanda yang luasnya sekitar 1 hektar.

Ketua Pondok Pesantren As’adiyah Ustadz Arifuddin,S.Fil mengatakan ucapan terima kasih kepada Almarhum H. Sanda dimana telah mewakafkan tanahnya demi pembangunan pondok pesantren, semoga menjadi amal jariyah.

“Terima kasih kepada AGH Sulaeman Abdullah telah menyempatkan diri untuk bisa hadir di peletakan batu ini, seperti diketahui bahwa malamnya beliau sempat batuk dan kemungkinan tidak hadir, tapi dengan pertolongan Allah SWT dengan memberikan kesehatan, sehingga bisa hadir ditengah-tengah kita.”Kata Ustadz Arifuddin,S.Fil.

Penilik As’adiyah Wilayah Bantaeng Bulukumba Ustadz DR. Hamzah Israil,SPd,MM mengatakan Pembangunan Pondok pesantren ini merupakan yang keempat setelah As’adiyah Dapoko, Kaloling dan Parang,kini As’adiyah mengembangkan sayapnya di Bonto manai.

Membangun pesantren tidaklah mudah,banyak tantangan yang dihadapi, terutama di sektor pembangunan karena tidak langsung jadi, perlu proses yang lama sampai bangunan menjadi megah.

“Kami sudah 10 tahun di Pondok pesantren As’adiyah Dapoko,kami  menjaga kekompakan dan kita kuat dan maju bersinergi karena menjaga kekompakan tersebut.” Jelas dia.

Kasi Pemerintahan Muh Ali Umar yang mewakili Camat Pa’jukukang merasa senang sekali dan mendapat suatu penghargaan karena bisa hadir di tengah-tengah alim ulama dan merupakan suatu keberkahan tersendiri bagi saya pribadi dan instansi pemerintah kecamatan Pa’jukukang.

“Pemerintah Kecamatan siap membantu terkait urusan administrasi ponpes ini dan atas nama pribadi saya menyumbangkan 20 sak semen.”kata Muh Ali Umar.

Selanjutnya, Kasi Haji dan Umrah H. Muh. Arfah,S.Ag memberikan selamat atas dibangunnya ponpes As’adiyah ini.

“Kami mewakili Kementerian Agama Bantaeng akan mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan diponpes ini.” ucap Arfan.

Sedikit menyinggung soal pembatalan pemberangkatan Haji tahun 2021 ini karena masih dalam suasana pandemi covid 19.

Untuk itu Pemerintah Indonesia dalam hal ini, Kementerian Agama Republik Indonesia resmi membatalkan pemberangkatan Haji tahun 2021 ini.” Kata Muh Arfah.

AGH Drs. H.SULAEMAN ABDULAH selaku Pimpinan As’ Syadiyah pusat menyampaikan, dalam sambutanya menyatakan.

“Saya merasa sangat terharu terhadap keluarga almarhum Sanda  yang memberikan tanah wakaf untuk pembangunan pesantren As’Syadiyah Bonto Manai ini.”sembari meneteskan air mata.

Dalam proses pembangunan pesantren yang diberi nama As.Syadiyah hendaknya pihak pengurus mengurus ijin legalitas serta regulasi dari pengurus As’ Syadiyah pusat, selain itu ada tiga hal yang harus di perhatikan agar pesantren sebagai tempat pendidikan pembentukan akhlak generasi muda yaitu kolaborasi dukungan Masyarakat, pemerintah dan pengurus pesantren.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng H. Irianto, Kapolsek Pa’jukukang, Pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah Kaloling. (M/A)

Pos terkait